From: akhi Fachim On Behalf of Fachim
Message: Audit Ramadhan
Sumber : Amri Knowledge Entrepreneur
Audit Ramadhan
Alhamdulillah, salah satu fungsi
bulan Ramadhan adalah bulan audit diri,
dan fungsi audit adalah untuk mengetahui
apa saja yang sudah dikerjakan, apa saja
yang belum dikerjakan dan apa saja yang
harus diperbaiki.
Ada enam hal yang bisa kita audit dan
perbaiki di bulan ramadhan ini.
Kesempatan ini kita akan mengaudit
dengan pendekatan doa Rabbana atinna
fidunya hasanah wafil akhirati khasanah
wakina adhabannar yaitu Ya Allah
berilah hambamu kebaikan didunia dan
kebaikan di akhirat serta jauhkanlah
hamba-Mu ini dari api neraka.
Beberapa ulama menyebutkan bahwa dunia
yang baik itu indikatornya ada enam
yaitu: Punya istri atau suami yang
shaleh, anak-anak shaleh dan shalehah,
badan sehat, rizki halal, tetangga baik,
dan ilmu yang bermanfaat. Mari kita
audit kehidupan kita selama setahun di
bulan Ramadhan ini:
PERTAMA, punya istri atau suami yang
baik; Ada empat kwadran yang bisa kita
lihat dalam posisi ini yaitu (1) Kwadran
pertama adalah suami sangat shaleh dan
istri sangat shalehah, dalam Al-Quran
bisa kita lihat contohnya yaitu keluarga
Imran dan keluarga Rasulullah saw; (2)
Kwadran kedua adalah suami sangat shaleh
dan istri tidak shaleh, dalam Al-Quran
bisa kita lihat contohnya yaitu keluarga
Nabi Nuh as dan keluarga Nabi Lut as;
(3) Kwadran ketiga adalah suami sangat
tidak shaleh dan bahkan ngaku tuhan dan
istri sangat shalehah, dalam Al-Quran
bisa kita lihat yaitu keluarga Firaun
dengan istri sangat shalehan yaitu Siti
Asyiah. Dan wanita ini merupakan salah
satu dari tiga wanita yang dikagumi oleh
Rasulullah SAW selain Siti Khatijah dan
Siti Fatimah dan (4) Kwadran keempat
adalah suami tidak shaleh dan istri juga
tidak shalehah, dalam Al-Quran juga bisa
kita lihat yaitu keluarga Abu Lahab.
KEDUA, punya anak-anak yang shaleh.
Kalau ini yang perlu dipetakan adalah
(1) Orang tua sangat baik dan anak
sangat baik ini adalah rumahku surgaku
(2) Orang tua sangat baik dan anak-anak
sangat tidak baik, seningga orang tua
tidak bangga anak (3) Orang tua sangat
kurang baik dan anak-anak sangat baik,
sehingga orang tua tidak dikagumi oleh
anak-anaknnya. (4) Orang tua sangat
tidak baik dan anak-anak juga sangat
tidak baik, ini adalah keluarga rumahku
nerakaku.
KETIGA, punya badan sehat, Rasulullah
saw selama hidupnya sangat sehat. Beliau
dari lahir sampai beliau wafat hanya
sekali sakit berat yaitu ketika beliau
akan meninggal. Sedangkan kita dari
lahir sampai mau meninggal sakit terus
dan baru sembuh sebentar kemudian
meninggal. Walaupun ini bukan meneliti
tentang Rasulullah saw, tapi ada
penelitian yang sangat menarik bahwa
orang yang rajin tahajud jauh lebih
sehat dibanding yang jarang atau tidak
pernah tahajud, dan orang yang
tahajudnya ikhlas jauh lebih sehat
dibanding yang tidak ikhlas. Misalnya
tahajud hanya karena ada kepetingan
tertentu. Kalau dilihat dari penelitan
ini, dikaitkan dengan aktivitas
Rasulullah saw, memang beliau tidak
pernah meninggalkan tahajud dan sangat
ikhlas menghadapi kehidupannya. Jadi
kalau kita sering sakit-sakitan, salah
satu penyebabnya dalah jarang tahajud,
kalau ramadhan namanya tarawih dan
kurang ikhlas dalam menjalani hidup ini.
KEEMPAT, punya rizki yang halal, semoga
kita termasuk orang yang punya rizki
halal. Pertanyaannya adalah rizki halal
yang selama ini kita dapat sudah pada
posisi yang mana? Apakah mendapat rizki
halal karena prestatif, mendapat rizki
halal karena belas kasihan atau mendapat
mendapat rizki halal karena sebel yaitu
mendapat rizki halal dengan cara
menyebabkan orang lain sebel.
Kelima, punya tetangga baik. Ketika kita
berkeinginan untuk punya tetangga yang
baik, maka kita juga harus bertanya,
apakah kita termasuk tetangga yang baik
bagi orang tetangga dan orang lain.
Sebab Rasulullah mengingatkan bukan
termasuk orang beriman kalau dirinya
kenyang sedangkan tetangganya kelaparan.
Sering-seringlah memberi walaupun hanya
kikil kambing. Kalau membuat sayur
perbanyak kuahnya dan lain sebagainya.
Keenam, punya ilmu bermanfaat, ilmu yang
bermanfaat adalah ilmu yang bisa
mengikuti perkembangan zaman. Oleh
karena itu, Ramadhan harus kita jadikan
ajang kompetitif keilmuan agar kita
tidak ditertawakan zaman dan akhirnya
ditinggalkan zaman.
Sahabat CyberMQ
Semoga menyambut bulan Ramadhan ini,
kita bisa mengaudit keenam indikator
secara jujur dan benar. Sehingga kita
akan tahu peta kehidupan kita untuk
beraktivitas secara benar dan prestatif
setelah Ramadhan nanti; Pertanyannya
adalah (1) Apakah kita sudah menjadi
suami atau istri yang baik dan bagi yang
belum berkeluarga apakah sudah
bersungguh-sungguh menyiapkan diri untuk
menjadi calon suami dan istri yang baik;
(2) Apakah kita sudah mempunyai
anak-anak yang baik dan apakah kita juga
sudah bersungguh-sungguh untuk menjadi
anak-anak yang baik bagi orang tua kita;
(3) Apakah kita sudah mempunyai badan
yang sehat, kemudian aktivitas apa saja
yang harus dilakukan agar badan kita
sehat dan tidak menjadi beban banyak
orang; (4) Apakah kita sudah punya rizki
yang halal, syukur kalau banyak agar
bisa membayarkan hutang orang-orang yang
terlilit hutang, memberi bea siswa
kepada banyak orang dan membantu
keuangan bagi yang memerlukan; (5)
Apakah kita sudah punya tetangga dan
teman yang baik. Begitu juga apakah kita
termasuk menjadi tetangga dan teman yang
baik bagi orang lain. (6) Apakah kita
sudah mempunyai ilmu yang bermanfaat,
sehingga punya kemampuan untuk mengikuti
perkembangan zaman, agar tidak tergilas
oleh zaman
Berani hadapi tantangan kejujuran untuk
mengaudit diri dan bersungguh-sungguh
untuk memperbaiki keenam indikator itu.
Semoga kita mendapat dunia yang baik,
akherat baik dan jauh dari api neraka.
Berani hadapi tantangan auditing di
bulan ramadhan ini??? Bagaimana pendapat
sahabat!!!
CyberMQ is a group in Daarut Tauhid Inc.
haryo_wicaksono@sigma.co.id