7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia

7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia 

Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten
dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara
khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas
telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia
ditanya oleh para Tabi’in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW)
mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas
ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :

Pertama, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.

Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona’ah),
sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah
nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur
sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang
diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.
Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :
“Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari
kita”. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak
amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang
lebih besar lagi. Bila ia tetap “bandel” dengan terus bersyukur maka
Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka
berbahagialah orang yang pandai bersyukur!

Kedua. Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.

Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga
yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga)
akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada
kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang
sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya
menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh,
akan memili ki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani
suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah
menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.

Ketiga, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang
anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah
SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak
muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu
yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah
melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat,
ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu
menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah
aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah
ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku
ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”. Dari hadist
tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak
cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal
kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak
yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah
kita bila memiliki anak yang sholeh.

Keempat, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman
kita.

Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal
siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah
orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam
sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul
dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu
mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.
Orang-orang sholeh adalah ora ng-orang yang bahagia karena nikmat iman
dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah
cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.
Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang
sholeh.

Kelima, al malul halal, atau harta yang halal.

Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi
halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.
Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah
bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. “Kamu
berdoa sudah bagus”, kata Nabi SAW, “Namun sayang makanan, minuman dan
pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya
dikabulkan”. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena
doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan
menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan
kokoh, sehingga memberi ketenangan dal am hidupnya. Maka berbahagialah
orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.

Keenam, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.

Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu
agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk
belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.
Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia
belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada
Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
Semangat memahami agama akan meng “hidup” kan hatinya, hati yang “hidup”
adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman.
Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.

Ketujuh, yaitu umur yang baroqah.

Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang
setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi
hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi
dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun
cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu
pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka
iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia
sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan
yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak
mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua
semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya
diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa
takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk
segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang
dijanjikan Allah. Inilah semangat “hidup” orang-orang yang baroqah
umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah. < BR>
Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator
kebahagiaan dunia.

Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator
kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki
diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu’
mungkin membaca doa `sapu jagat’ , yaitu doa yang paling sering dibaca
oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut “Rabbanaa aatina
fid dun-yaa hasanaw” (yang artinya “Ya Allah karuniakanlah aku
kebahagiaan dunia “), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada
Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas
ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang
soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal,
semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.

Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam
genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah
patut kita syukuri.

Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu “wa fil
aakhirati hasanaw” (yang artinya “dan juga kebahagiaan akhirat”), untuk
memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu
bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah
sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal
soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.

Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari
puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk
surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita
tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.

Kata Nabi SAW, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan
kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau
ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh saya pun juga tidak
cukup”. Lalu para sahabat kembali berta nya : “Kalau begitu dengan apa
kita masuk surga?”. Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga
hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”.

Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan
untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah
itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).

(Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,
disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana)

Baca juga artikel motivasi lainnya hanya di :

http://www.beraniegagal.com

Salam Sukses,

M. Rian Rahardi

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

 

HANYA INGIN MENGINGATKAN*

HANYA INGIN MENGINGATKAN


(dari mail temen.. barokallah)

Kubur setiap hari menyeru manusia sebanyak lima kali:

1. Aku rumah yang terpencil, maka kamu akan senang dengan selalu
membaca Al-Quran.

2. Aku rumah yang gelap, maka terangilah aku dengan selalu solat malam.

3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu, bawalah amal soleh yang
menjadi hamparan.

4. Aku rumah ular berbisa, maka bawalah amalan Basmallah sebagai
penawar.

5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir, maka banyaklah bacaan
“Laa ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah”, supaya kamu dapat menjawab
pertanyaannya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya;

1. Dunia itu racun, zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun, zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun, zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun, Ramadhan itu obatnya.

(Kirimkan Untuk Rekan-rekan Muslim Anda Yang Lain Sebagai Tanda
Sahabatnya Sedang Mengingatinya.)

Nabi Muhammad S.A.W bersabda:

” Ada 4 di pandang sebagai ibu “, yaitu :

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR

Berpesan-pesanlah kepada kebenaran dan Kesabaran.

Beberapa kata renungan dari Qur’an :

Orang yang tidak melakukan sholat :

Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
Dzuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
Ashar : Dijauhkan dari kesehatan / kekuatan
Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
Isha’ : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

Sekarang Antum mempunyai 2 pilihan :

1.Biarkan Pesan ini tetap dalam mailbox anda.
2.Forward Pesan ini ke sejumlah orang yang anda kenal dan Insya Allah
Ridho Allah akan dianugerahkan kepada setiap
orang yang anda kirim.

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>

 

RESENSI BUKU: HOLOCAUST INDUSTRY

RESENSI BUKU : HOLOCAUST INDUSTRY

Mengungkap “Industri Kebohongan” bernama Holocaust

Katagori : Resensi

imageDari cerita sejarah, Holocaust kemudian lahir menjadi ‘indutri
politik’ dan menjadi pemeras dolar. Norman G. Finkelstein, membongkar
faktanya dengan begitu bagus.

Selain Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, belum pernah ada tokoh di dunia
yang berani secara terang-terangan mengatakan keberadaan holocaust hanya
sekedar mitos. Sebab, bagi banyak orang, khususnya di Barat dan Eropa,
menolak keyakinan keberadaan Holoucaust bisa dianggap sebagai ‘anti semit’
dan sebuah pelanggaran tidak sepele. Holocaust, yang diklaim kaum Yahudi
sebagai peristiwa pembantaian oleh Nazi Jerman di bawah Adof Hitler di
masa Perang Dunia II –kaum Yahudi juga menyebutnya sebagai ‘the final
solution— dan dianggap menyebabkan lebih dari enam juta kaum Yahudi
‘dibantai’ di ruang gas di kamp-kamp Auschwitz tak lain hanyalah
‘kebohongan’ tergoranisir dan tercanggih di abad ini.

Kecuali orang tak tidak waras, bagi kebanyakan orang normal, meyakini
lebih dari enam juta kaum Yahudi disiksa dan dibantai adalah sulit
dinalar. Bagi yang percaya propaganda murahan seperti ini, membantai
jutaan orang –secara matematis membutuhkan 137 orang perjam-nya untuk
dibantai—adalah omong kosong yang tak bermutu. Sebab, selama Perang Dunia
II, hanya ada segelintir kamp-kamp di Jerman. Selain itu, kota Austchwitz
adalah kota kecil. Seharusnya Jerman harus menyediakan ratusan kamp di
kota kecil itu.
Bahkan selama 6 hari pada Oktober 1999, sebuah tim Australia yang dipimpin
oleh Richard Krege –seorang insinyur elektronik terkemuka– melakukan
pengujian terhadap tanah pada bekas kamp Treblinka II di Polandia, di mana
para sejarawan Holocaust meyakini jutaan orang Yahudi dibunuh di kamar gas
kemudian dikubur secara massal, tak mendapatkan bukti apapun, kecuali
kebohongan.
Untuk yakin bahwa jumlah Yahudi di Eropa selama 60 tahun lalu melebih enam
juta jiwa (sedangkan saat ini jumlah keseluruhan populasi hanya berkisar
20 juta jiwa) diperkirakan hanya bisa diwakili orang-orang yang ‘tidak
sehat’ berfikir.
Lantas bagaimana bisa cerita lelucon ini bisa “menyihir” jutaan orang dan
Negara-negara besar di Barat dan Eropa? Panjang ceritanya. Lagi-lagi, tak
jauh dari ‘teori konspirasi’ (meski hal-hal seperti ini sering dianggap
isapan jempol semata).
Sejak mendirikan negara tahun 1948 dengan merampas tanah Palestina, Israel
tidak begiku dianggap penting di dunia. Bahkan ketika Israel ikut
bersekutu dengan Perancis dan Inggris menyerang Mesir tahun 1956 yang
membuat semenanjung Sinai jatuh, Israel tetap tak dianggap berarti.
Bahkan Amerika Serikat (AS) kala itu lebih memilih “Negara Arab” untuk
menjaga hubungannya karena dianggap lebih menguntungkan secara politis di
masa depan.
Yahudi –dalam hal ini Holocoust— tiba-tiba dianggap begitu penting bagi
pemerintahan Amerika khususnya, setelah ia berubah menjadi ‘industri
politik’ yang digunakan untuk memeras dolar.
Sampai-sampai banyak warga Amerika yang lebih mengenal Holocaust dibanding
sejarah penting mereka sendiri seperti peristiwa Pearl Harbor, di mana
sejarah jatuhnya bom atom oleh Jepang. Bahkan hingga hari ini, tak ada
penghargaan lebih tinggi melebihi Holocaust di Amerika Serikat (AS).
Begitu dahsyatnya “sihir” Holocaust, sampai-sampai bagi yang tak mengakui
–termasuk yang menolak dan mengingkarinya—harus berhadapan dengan penjara.
Tak kurang dari beberapa ilmuwan penting seperti; Robert Faurisson,
Profesor Roger Garaudy (Perancis), David Irving (Inggris), Ernest Zandel
(Kanada), Gatsom Amadeus (Swiss), George Ashley (AS), Dr. Joel Heyward
(New Zealand), kesemuanya harus menjalani hukuman atas keberanian mereka
menentang fakta adanya “kebohongan” Holocaust.
Buku ini merupakan salah satu buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan
Amerika. Penulisnya adalah Norman G. Finkelstein membuktikan sendiri
kebenaran skandal bernama Holocaust. Sebuah fakta sejarah yang tiba-tiba
berubah menjadi “industri politik” dan bisa memeras berbagai negara,
terutama Amerika Serikat. Termasuk pemerasan bank-bank Swiss. Sang
penulis, Norman G. Finkelstein –yang mengalami sendiri peristiwa itu,
karena berdarah Yahudi—membuktikan banyak kebohongan yang kini
terus-menerus dipaksakan ke seluruh penjuru dunia. Setidaknya, buku ini
teramat penting bagi yang silau oleh tipu daya Yahudi.
Sebagaimana kata koran The Times, “Buku ini meneriakkan skandal. Ini
adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras.” [cholis
akbar/hidayatullah.com]

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>

 

Neturei Karta

Neturei Karta

Ada yang unik tentang Yahudi di Amerika. Di Chicago, salah satu basis kaum
Yahudi di Amerika, terdapat perkumpulan orang-orang Yahudi Ortodoks
Neturei Karta yang secara tegas menyatakan sebagai kalangan yang anti dan
memerangi Zionisme. Rabbi Yisroil Dovid Weiss, pemimpin Neturei Karta yang
mengklaim memiliki pengikut sekitar 60. 000 orang di AS, menyatakan bahwa
Zionisme dan Talmud merupakan pengkhianatan terhadap nilai-nilai ajaran
Nabi Musa a. S.

ADL sendiri pernah menyatakan bahwa kelompok Neturei Karta merupakan
kelompok orang-orang bodoh yang tidak memiliki rasa nasionalisme dan
menuding lebih dekat kepada musuh-musuh Yahudi. Walau demikian, organisasi
ini terus tumbuh dan menjadi salah satu duri dalam daging bagi perjuangan
kepentingan Zionisme di Amerika Serikat.

Di Gedung Putih sendiri, walau orang-orang Israel tengah menguasai pusat
pemerintahan AS, di kalangan akar rumput telah banyak warga AS non-Yahudi
yang mulai curiga dan bersikap menjauh dari kalangan Zionis. Bahkan
sejumlah pengamat dan pakar, seperti John Kaminski dan sebagainya,
menyatakan Bush merupakan seorang presiden yang paranoid, sakit jiwa, dan
harus ditangkap karena bertanggungjawab atas tewasnya ribuan orang di
Menara Kembar WTC dalam peristiwa 11 September 2001. (Rizki)

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>

35 Juta Warga AS Tidak Suka dengan Yahudi

35 Juta Warga AS Tidak Suka dengan Yahudi  !!!

Jumat, 2 Nov 07 08:49 WIB

Sebuah hasil survei berskala nasional baru saja dirilis Anti-Defamation
League (ADL), sebuah lembaga Zionis-Yahudi di Amerika Serikat yang gencar
membela kepentingan Israel. Hasil survei yang dilansir per 1 November
kemarin menemukan fakta bahwa sikap Anti-Semit di kalangan warga AS
meningkat tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini ditulis harian
Jerusalem Post, 2 November 2007.

Yang dikatakan anti Semit oleh kelompok-kelompok jaringan Zionis di AS
adalah segala hal yang dirasa memojokkan Yahudi, baik dalam bidang
politis, seni, budaya, wacana ilmiah, bahkan dalam humor sekali pun.

Survei yang bertema “The 2007 Survey of American Attitudes Towards Jews in
America” mengajukan wawancara pertelepon yang dipilih secara acak terhadap
2. 000 orang dewasa Amerika sejak tangggal 6 hingga 19 Oktober lalu.
Hasilnya sungguh mengejutkan, sekitar 15% warga Amerika ternyata
menunjukkan sikap kurang bersahabat dengan Yahudi. Angka ini mendekati
jumlah 35 juta orang dan menunjukkan grafik naik sebesar 1% dari tahun
2005. Padahal di tahun 1998, jumlah orang Amerika yang tidak simpati pada
Yahudi berhasil ditekan hingga tinggal 12% dari sebelumnya yang mencapai
20% di tahun 1992.

“Kami sangat konsern dengan temuan ini. Kami juga sangat sedih karena rasa
toleransi yang ada pada warga Amerika belum menunjukkan hasil yang
menggembirakan. Kami harus bekerja ekstra keras kembali agar orang Amerika
bisa lebih bersahabat dengan kami, ” ujar Avraham H. Foxman, Direktur
Nasional ADL. “Merupakan suatu hal yang sangat memukul kami, ada sekitar
35 orang di Amerika ini yang ternyata memandang orang-orang Yahudi sebagai
musuh. Ini angka yang tidak kecil, ” tambahnya.

Walau demikian, survei tersebut juga menunjukkan bahwa lebih dari 31%
orang Amerika melihat orang-orang Yahudi Amerika lebih loyal kepada Israel
ketimbang kepada AS. Bahkan banyak yang meyakini bahwa orang-orang Yahudi
merupakan musuh Yesus Kristus karena bertangungjawab atas disalibnya
Yesus. Gambaran ini menurut Foxman antara lain dipengaruhi oleh stereotipe
yang dihasilkan dari film ‘Passion of Christ’ garapan sutradara
anti-Yahudi, Mel Gibson. Mel Gibson sendiri berulangkali menyatakan
dirinya tidak suka dengan Yahudi.

Dari angka tersebut, 29% orang-orang AS keturunan Hispanik secara tegas
menyatakan tidak suka dengan orang-orang Yahudi. Sebanyak 15% orang
Hispanik kelahiran AS juga bersikap demikian.

“Kami yakin bahwa sikap anti-Semit tengah tumbuh dengan cepat di Amerika.
Ini merupakan tantangan bagi kami. Kami harus lebih giat lagi
memperkenalkan budaya Yahudi dan segala hal tentangnya yang sesungguhnya
cinta perdamaian dan anti kekerasan, ” kilah Foxman seraya menyatakan akan
membuat program-program pengenalan Yahudi di sekolah-sekolah AS secara
intensif.

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>

Dua Presenter TV Mesir, Perjuangkan Hak Berjilbab

Dua Presenter TV Mesir, Perjuangkan Hak Berjilbab

R
Hala El Malki dan Ghada El Tawil dua presenter televisi di Mesir, tidak
kenal lelah memperjuangkan hak mereka mengenakan jilbab. Selama empat
tahun mereka berjuang agar pihak manajemen stasiun televisi tempat mereka
bekerja, mematuhi dua keputusan pengadilan yang telah memenangkan kasus
mereka.

Semuanya berawal di tahun 2002. Hala dan Ghada memutuskan mengenakan
jilbab, namun pihak manajemen stasiun televisi nasional Mesir keberatan
dan akhirnya tidak lagi menugaskan Hala dan Ghada muncul di televisi.

Merasa haknya dilanggar, Hala dan Ghada mengajukan tuntutan ke pengadilan
dan pengadilan memenangkan gugatan mereka serta memerintahkan stasiun
televisi tempat mereka bekerja agar mengembalikan hak mereka untuk tampil
kembali. Ini terjadi pada tahun 2003.

Namun pihak manajemen menolak melaksanakan putusan pengadilan itu. Hala
dan Ghada tetap tidak diizinkan tampil, sehingga mereka kembali mengajukan
gugatan ke pengadilan. Tahun 2005, pengadilan memenangkan kasus mereka,
tapi pihak manajemen televisi tempat Hala dan Ghada bekerja, tetap tidak
mau mematuhi putusan pengadilan.

Bulan Maret kemarin, keduanya berusaha lagi mengajukan gugatan untuk
memaksa manajemennya melaksanakan dua putusan pengadilan sebelumnya, namun
pengajuan gugatan Hala dan Ghada ditolak. Pengadilan beralasan bahwa
mereka sudah mengeluarkan putusan atas kasus tersebut.

Oleh sebab itu, dua pembawa acara perempuan Mesir itu kini sedang menempuh
langkah untuk membawa kasus ini ke pengadilan internasional dan agar
mereka bisa memperjuangkan hak-hak mereka.

“Kami akan melakukan sejauh yang harus kami lakukan, adalah hak kami untuk
mengenakan jilbab, ” kata Ghada El-Tawil pada BBC.

Ia mengatakan, sekitar 75 persen kaum perempuan di Mesir mengenakan
jilbab. Dan sebagai seorang pembawa acara televisi, jika mereka ingin
mengenakan jilbab, bukan dengan maksud untuk keluar dari kelaziman dan
bukan untuk untuk tujuan politis.

“Kalau saya seorang dokter atau seorang profesor di universitas, tidak
akan ada masalah buat saya jika mengenakan jilbab di televisi. Lantas,
mengapa saya tidak boleh mengenakannya ketika saya membacakan berita, “
ujar Ghada.

Organisasi-organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa kedua pembawa
acara televisi itu berhak mengenakan jilbab sebagai wujud dari kebebasan
pribadi mereka. Namun ada juga warga masyarakat yang menentang dan
mempertanyakan apakah pembawa acara berjilbab akan terlihat bagus di
televisi.

“Saya tidak suka melihat pembawa acara mengenakan jilbab. Pada dasarnya,
saya tidak suka melihat masyarakat saya menuju ke arah ini. Ini bukan
Mesir, ini bukan negara saya, ini bukan Mesir saya, ” kata seorang warga
Cairo.

Warga lainnya mengatakan, “Ada kode etik berpakaian yang harus mereka
ketahui. Kalau kedua pembawa acara ini ini memaksa mengenakan jilbab,
mereka harus memilih pekerjaan lain. Membawa kasus ini ke pengadilan
internasional tidak akan memecahkan persoalan apapun. “

Selama empat tahun belakangan ini, lebih dari 30 pembawa acara perempuan
yang bekerja di stasiun televisi milik pemerintah, telah mengorbankan
jilbabnya demi pekerjaan mereka. Jika Hala dan Ghada akhirnya bisa kembali
tampil di televisi dengan jilbabnya, pihak manajemen khawatir presenter
perempuan lainnya akan mengikuti langkah keduanya, mengenakan jilbab.
(ln/BBC/arabworldnews)

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>

Iman

Iman

Dikisahkan dari Ikrimah r.a. bahwa seseorang melewati
sebuah pohon yang disembah oleh manusia. Orang
tersebut marah dan berkata, “Pohon ini disembah, yang
merupakan suatu penyembahan pada selain Allah?”
Kemudian orang tersebut pulang mengambil kapak dan
menunggang keledainya kembali menuju pohon tersebut.
Dia ingin menebangnya. Di tengah perjalanan, iblis
dalam bentuk manusia datang menghalanginya. Iblis itu
bertanya, “Kamu hendak kemana?” Orang itu menjawab,
“Tadi, aku melihat sebuah pohon disembah oleh
sekelompok orang. Maka aku berjanji pada-Nya, untuk
menebang pohon itu. Aku pulang dan mengambil kapakku.
Aku akan kembali ke pohon tersebut untuk menebangnya.”
Iblis berkata, “Apa urusanmu? Biarkan mereka
menyembahnya.” Kemudian mereka berdua bertarung dan
saling pukul sebanyak tiga kali. Iblis merasa lemah,
sedangkan orang tersebut tetap pada pendiriannya.
Kemudian iblis â?”laknat Allah atasnya- berkata pada
orang itu, �Pulanglah ke rumah! Setiap hari, aku
akan memberimu empat dirham. Setiap hari, kamu akan
menemukan 4 dirham di bawah kasurmu.� Dengan
perasaaan sangsi, orang tersebut bertanya, “Apakah
kamu benar-benar akan melakukannya?” Iblis menjawab,
“Benar. Aku jamin bahwa kamu akan memperoleh 4 dirham
setiap hari.” Akhirnya orang tersebut pulang ke rumah
dan mendapatkan uang seperti yang dijanjikan oleh
iblis tersebut selama dua atau tiga hari. Pagi hari
berikutnya, orang tersebut memeriksa tempat tidurnya.
Namun kali ini, dia tidak menemukan apa-apa. Demikian
pula keesokan harinya, dia tidak menemukan apa-apa.
Ketika dia merasa dibohongi, dia segera mengambil
kapaknya dan menunggangi keledainya. Di tengah
perjalanan dia kembali bertemu dengan iblis dalam
bentuk manusia. Iblis itu bertanya, “Kamu hendak
kemana?” Orang tersebut berkata, â?oAku melihat ada
pohon yang disembah oleh sekelompok orang, aku ingin
menebangnya.â? Iblis berkata, “Kamu tidak akan mampu
melakukannya. Kepergianmu yang pertama kali untuk
menebang pohon itu didasarkan kemarahanmu karena
Allah. Pada saat itu, andai semua penduduk langit dan
bumi berkumpul, niscaya mereka tidak bisa
menghalangimu. Sedangkan kali ini, kepergianmu hanya
karena nafsumu. Kamu tidak lagi memperoleh dirham.
Jika kamu berani maju, tentu aku akan mengalahkanmu.”
Maka orang tersebut pulang ke rumahnya dan membiarkan
pohon tersebut tetap berdiri. (Tanbih al-Ghafilin,
karya al-Samarqandi)

Bobby Herwibowo

“petronas” <petronas@cbn.net.id>

Mualaf dari Bank Maspion

Mualaf dari Bank Maspion

Journey to Islam Oleh : Redaksi Swarmuslim, 24 Sep 2007

Allah memang berhak untuk membuka hati siapa saja untuk menerima ajaran Islam secara kaffah. Begitu juga dengan Herman Halim, Presdir Bank Maspion ini terbuka hatinya dan memutuskan untuk menjadi Muslim. “Saya masuk Islam Tanggal 27 Agustus. Saya bersyahadat di Masjid Ceng Hoo Surabaya dan disaksikan oleh banyak orang,” tuturnya kepada NURANI saat ditemui di kantornya.

Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya.

Herman menerangkan bahwa saat dirinya bersyahadat, ia tidak disertai dengan keluarganya. “Saya berangkat ke sana sendiri. Untungnya, teman saya di PITI Masjid Ceng Hoo banyak. Jadi sudah dipersiapkan. Bahkan Pak Ali Markus, memberikan selamat ketika saya sudah bersyahadat,” terangnya sambil tersenyum.

Saat ditanya tentang tanggapan keluarga ketika dirinya menjadi Muslim, Herman Halim menerangkan bahwa pihak keluarga sebenarnya mengkritik, namun tidak berani secara frontal. “Setahu saya, mereka hanya berani mengkritik atau menyindir. Mereka tidak berani bertanya secara frontal. Mungkin karena saya saudara tertua. Jadi mereka segan dengan saya,” ungkapnya.

Ditanya soal ketertarikannya kepada Islam, pemilik nama Lim Xiao Ming ini mengatakan bahwa dirinya mengenal Islam sejak enam tahun lalu, dari kesukaannya membaca buku-buku agama. “Saya memang senang membaca segala buku agama, mulai dari agama Budha, Kong Hucu, Kristen, dan Islam,” terangnya.

Ayah dua anak ini mengatakan bahwa dari kesukaannya membaca buku-buku agama inilah dia mulai menyerap intisari dari agama. “Dari pembacaan dan perenungan semua intisari agama yang saya serap, bahwa semua agama itu benar dan mengajarkan kebaikan (namanya juga mualaf – amanah). Cuma penyampaiannya bermacam-macam,’ terangnya

Setelah merenung sekian lama, akhirnya pimpinan Bank Maspion ini memilih Islam menjadi keyakinannya setelah ia memeluk agama Kristen. “Saya melihat Islam adalah agama terakhir, dan ia mengambil dari semua intisari agamayang telah ada. Sehingga ajaran Islam begitu lugas dan mudah diserap secara kaidah,” terangnya.

Ketika ditanya tentang latar belakang agama keluarga Herman Halim, ia menjelaskan bahwa keluarganya memeluk beberapa agama. “Dalam keluarga saya tidak fanatik memeluk satu agama. Saya dulu agamanya Kristen. Sedangkan saudara saya ada yang Budha ada juga yang Kong Hucu. Malah, istri saya beragama Budha,” terangnya.

Sikap inilah yang dipegang teguh Herman Halim dalam membentuk karakter keluarganya. Bahkan soal menganut agama, ia tidak pernah memaksakan kepada kedua anaknya. “Anak saya, saya bebaskan dalam memilih agama. Saya tidak pernah melarang hal itu,” ujarnya.

Terpengaruh Anak
Ketertarikan Herman Halim akan Islam memang berangkat dari perenungan panjang. Namun, ia mengaku lebih banyak dipengaruhi Andrew anak keduanya. Awalnya Herman Halim keget dan menanyakan tentang keinginan anak keduanya memeluk agama Islam. Namun, Andrew bisa meyakinkan ayah dan keluarganya tentang niatnya menjadi Muslim.

“Apa perbedaannya dengan agama yang kamu yakini selama ini ?” tanya Herman Halim kepada Andrew saat itu. “Saya pernah mencoba memeluk beberapa agama. Namun Islamlah yang membuat saya lebih tenang dan pas. Dan saya bisa lebih gampang menangkap ajaran Islam daripada yang lain,” ujar Herman yang menirukan pendapat Andrew.

Dari diskusi antara anak dan ayah inilah, Herman terus mencari dan mencari jawaban atas argumen yang dikemukakan oleh Andrew. “Saya mengenal Islam lebih banyak setelah Andrew menerangkan kepada saya dan keluarga tentang ajaran Islam sesungguhnya,” ujarnya.

“Saya juga heran, padahal ia sejak kecil sudah ada di Australia . Namun ia begitu kuat saat menerangkan tentang bagaimana ajaran Islam,” tambahnya. Herman menerangkan, dalam menjelaskan agama Islam, Andrew Halim ini membawa Al Quran dan Injil. “Ia membandingkan antara ayat per ayat. Bahkan, beberapa dari paman dan bibinya tidak bisa menyela dan menjawab pertanyaan Andrew,” terangnya.

Dari pertemuan antara Andrew dan keluarga yang juga dihadiri oleh Herman Halim itulah akhirnya wacana tentang kebenaran Islam mulai terungkap. “Sejak itu saya jadi tekun belajar Islam. Saya baca Al Quran yang terjemahan dari Bahasa Inggris dan Tionghoa. Saya terus mencari apa yang dikatakan Andrew,” terangnya.

Menurut Herman Halim, Andrew bukan tipe orang yang mudah percaya dengan sesuatu. “Andrew itu, untuk percaya dan yakin biasanya sudah melalui penelitian dan perbandingan antara baik dan buruknya,” terangnya.

Makanya, Herman Halim yakin bahwa apa yang diyakini anaknya adalah suatu kebenaran yang pasti. “Saat saya beritahu saya menjadi Muslim, ia begitu senang. Ia menyebut lafal Allahu Akbar berulang-ulang. Ia begitu senang saya masuk Islam,” paparnya.

Lebih Tenang
Herman Halim saat ini mengaku lebih tenang batinnya setelah mengucapkan dua kalimat Syahadat. “Pertama kali saya melaksanakan salat, hati saya rasanya tenteram dan damai. Tidak pernah saya merasakan hal seperti ini sebelumnya. Meski saya tidak fasih cara melafalkan Arabnya, namun saya tahu arti Bahasa Indonesianya,” paparnya sembari memejamkan mata.

“Saat shalat hati saya damai, sehingga bisa melepas kejenuhan dan stres saat bekerja. Saya lebih mantap dalam mengerjakan tugas-tugas kerja,” tambahnya.

Yang paling menarik bagi bagi pemilik nama asli Lim Xiao Ming ini dalam mempelajari Islam adalah cara menghafal bacaan salat. “Kalau salatnya sih sudah bisa dipelajari. Tapi kalau melafalkannya, ini saya masih kaku. Butuh waktu yang banyak,” ujarnya. “Kalau lupa bacaannya, bukunya saya baca, lalu saya kembalikan lagi. Lucu pokoknya kalau melihat saya belajar salat,” tambahnya sambil tertawa.

Namun, Bapak dari Albert Halim dan Andrew Halim ini tidak menyerah. Ia bertekad untuk bisa melafalkan bacaan Al Quran serta belajar membaca Al Quran. “Saya berencana mendatangkan guru privat Bahasa Arab. Dan saya ingin sekali bisa melafalkan bacaan salat,” niatnya. (Tabloid NURANI)

(*) Diambil dari kumpulan kisah mualaf tabloid Nurani, yang diterbitkan ke dalam buku Hidayah Allah untuk Para Pendeta, JP Books, Surabaya .

 

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

The Lauh Mahfuzh

The Lauh Mahfuzh

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha
Mendengar lagi Maha Melihat”. (Asy-Syuura: 11)

Dan sesungguhnya Al Qur’an itu dalam induk Al Kitab (Lauh Mahfuzh) di sisi
Kami, adalah benar-benar tinggi (nilainya) dan amat banyak mengandung hikmah.
(QS: Az Zukhruf: 4)

Dan pada sisi Allah-lah (Lauh Mahfuzh) kunci-kunci semua yang ghaib, tak
ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, … (Al Anaam: 59)

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia
kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuzh). (Ar Rad:39)

Dijelaskan pada ayat dibawah ini bahwa sebelum terciptanya Alam Semesta
(AS) ini, untuk menguji Ruh Manusia, grand design AS sudah ada di Lauh Mahfuzh (LM).

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu
sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami
menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Al Hadiid: 22)

Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan
supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri, (Al Hadiid: 23)

Kemudian cerita alam semesta (dalam bentuk gelombang energi) ini
dipancarkan dan
dirasakan oleh masing-masing Ruh Manusia sebagai materi (Virtual Reality)
seperti yang kita rasakan dan kita saksikan di kehidupan sekarang ini. Dari sini
mudah-mudahan kita bisa memahami kesimpulan dari para Ilmuwan Fisika Quantum Seluruh alam semesta muncul dari pikiran kita (baca: Ruh Manusia)

Jadi apapun yang kita rasakan dan lihat di dunia ini, termasuk tubuh dan
otak kita, tak lebih dari aliran energi yang ada di kepala Ruh Manusia. Demikian juga
dengan bintang-bintang yang kita terlihat sangat jauh sebenarnya sebuah tayangan
cerita yang ada dikepala Ruh Manusia. Kemudian Ruh Manusia memainkan perannya
dalam AS ini untuk diuji.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau
belaka. Dan
sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.
Maka tidakkah kamu memahaminya? (Al An’aam:32)

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Al Baqarah: 155)

Kita terbiasa berpikir bahwa pengawasan Allah terhadap manusia seperti
ketika kita diawasi oleh sebuah kamera pengintai untuk kemudian direkam tetapi saya
memahaminya agak lain yaitu seperti hubungan program atau computer yang bersifat
client-server.
Lebih detailnya sebagai berikut, ketika Ruh Manusia ingin melakukan
sesuatu dengan jasadnya seperti menggerakkan tangan, mulut, mata dll ada satu proses yang harus dilaluinya sebagai contoh menggerakkan tangannya. Pertama, Ruh Manusia (client) mengirim keinginannya itu ke LM (server), ingat sumber AS adalah LM dan dan dalam
bentuk gelombang energi, kemudian LM memprosesnya dan selanjutnya merubah
posisi tangan dari jasad. Yang perlu diperhatikan disini adalah ketika Ruh
Manusia akan menggerakkan jasad dan pikirannya harus melalui LM dan diijinkan oleh
Allah, atau dengan kata lain semuanya dipancarkan, diproses dan direkam oleh LM dan
atas kontrol penuh Allah.

Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah
ketakutan
terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai
celaka kami,
kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang
besar,
melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka
kerjakan ada
(tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. (Al Kahfi: 49)

Manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih
dekat
kepadanya dari pada urat lehernya
(Qaaf: 16)
(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang
duduk di
sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. (Qaaf: 17)
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat
pengawas
yang selalu hadir. (Qaaf: 18)
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu
selalu lari
daripadanya. (Qaaf: 19)

Dari disini kita jadi lebih mudah memahami ayat-ayat dibawah ini bahwa
apapun yang
akan kita lakukan harus mendapatkan ijin dari Allah.

“.. ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia (jasad) dan
hatinya (Ruh) dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
(Al Anfaal: 24)

Sedangkan proses terkirimnya data dari Ruh Manusia ke LM sangat cepat
seperti yang
dijelaskan di dalam ayat dibawah ini

Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang
kadarnya limapuluh ribu tahun. (QS Al Ma’aarij : 4)

Ada satu hal lagi yang ingin saya jelaskan yaitu mengenai alam Ruh.

Dia (al Qur’an) dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril) (Asy Syu’ara: 193)

Pada hari, ketika ruh (manusia dan jin) dan para malaikat berdiri
bershaf-shaf,
mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya
oleh Tuhan
Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. (An Nabaa: 38)

Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu
delapan
orang malaikat menjunjung ‘Arsy Tuhanmu di atas mereka. (Al Haaqqah: 17)

Dan kamu akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling `Arsy
bertasbih
sambil memuji Tuhannya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah
dengan adil
dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (Az Zumar: 75)

Dari serangkaian ayat diatas bisa kita lihat benang merahnya bahwa alam
Ruh adalah
alam berkumpulnya Ruh-Ruh manusia, jin, dan malaikat di hadapan Tuhannya. Dan
mungkin saja ruh-ruh anggota milis ini sebenarnya sedang berkumpul di
hadapan Allah
walaupun di dalam cerita AS ada yang terpisah ratusan bahkan ribuan kilo
meter
(jarak dan waktu hanya ada di “kepala” ruh). Meskipun kita tidak tahu
bentuk
ruh-ruh tersebut walaupun sering digambarkan sebagai jasad manusia yang
transparan
seperti digambarkan di film-film.

Terakhir, saya tidak akan membahas hubungan antara Dzat Allah dengan Lauh
Mahfuzh
karena tidak banyak ayat Al-Qur’an yang membahasnya selain seperti ayat
yang saya
cantumkan diawal tulisan ini.
Jika di kepala ruh-ruh manusia ada SATU CERITA Virtual Reality tentang
AS, maka
sumber cerita itu haruslah Sesuatu Yang Tunggal karena kalau tidak akan
muncul
cerita yang berbeda-beda di masing-masing ruh-ruh tersebut. Demikian pula
kesimpulan
beberapa Ilmuwan Fisika Quantum yang mengatakan bahwa alam semesta ini adalah
hologram yang terpancar dari Sesuatu Yang Tunggal.

Nebenk:
Mudah-mudahan tulisan ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang LOA dan
bagaimana 2 malaikat bisa mengawasi begitu banyak manusia

“Haryo” <haryo_wicaksono@sigma.co.id>