kebangkitan umat Islam

kebangkitan umat Islam

fyi, dari milist tetangga..

From: supri adi <priad68@yahoo. com>
Subject: kapan umat islam bangkit

Assalammualaykum .Wr.Wb.

Pergantian tahun Islam sudah kita lalui namun adakah terbesit di pikiran kita suatu pertanyaan.. . kapan ya umat islam ini akan bangkit? Sebagaimana kejayaan Islam di jaman Rasul, para sahabat dan filsuf islam.
Dalam suatu ceramah jum’at, saya terkesan dengan ceramah ustad yang memimpin kutbah bahasanya mudah enak di dengar dan terkesan tidak menggurui. Isi ceramah mengupas masalah kebangkitan umat Islam, kenapa umat Islam belum bangkit sampai hari ini? katanya.

Kalau umat lain yang nota bene bangsa barat maju karena mereka meninggal ajaran/doktrin agama mereka. Sedangkan kita umat Islam belum bisa bangkit juga dikarenakan sudah lama meninggalkan ajaran agama. Sama-sama meninggalkan ajaran agama tapi hasilnya berbeda, yang satu maju yang satunya mundur.

Mereka meninggalkan ajaran agama mereka yang dipenuhi tahayul dan kufarat dan kembali kepada ilmu pengetahuan, ilmu penegtahuanlah yang menuntun mereka kepada kemajuan sampai saat ini. Akan tetapi kita umat Islam meninggalkan ajaran agama dan malah beralih kepada tahayul dan kufarat, terbukti siaran2 televisi berlomba-lomba dalam menyiarkan acara yang dipenuhi oleh tahayul. Ajaran agama kita diantaranya menyuruh menghargai waktu, menghargai orang lain, menjaga kebersihan dsb, akan tetapi kita meninggalkanya tanpa sadar. Banyak hal-hal kecil yang merupakan bagian dari ajaran agama kita telah lama kita tinggalkan. Kira2 begitu isi ceramahnya.

Sampai kapan ya kita akan terpuruk seperti ini….apakah harus menunggu satu atau dua generasi lagi ? Atau kita menunggu lahirnya seorang teladan seperti Rasul Muhammad ?
Atau malah kita menunggu takdir saja…….
Wallahu alam

haryo wicaksono <haryo_java@yahoo.com>

” PESANKAN SAYA TEMPAT “

” PESANKAN SAYA TEMPAT !!”

Orang-orang Mesir sangat gandrung kepada al-Quran.
Kemanapun mereka pergi, mereka tidak lupa untuk membawa mushaf.
Tidak heran bila hampir semua orang (apapun tugas, karir dan jabatannya) terlihat membaca Quran di sela-sela waktu senggang atau ba’da shalat.

Begitu juga pemilik toko, penjaganya, para karyawan, satpam, sopir taksi, bos-bos kantoran, selalu terlihat membaca al-Quran.
Kalau tidak dibaca, Al-Quran mereka letakkan dengan rapih di atas mejanya, atau ditenteng dan disimpan dalam tas jika bepergian.

Ayat-ayat al-Quran juga sering diperdengarkan dari rumah-rumah sederhana hingga hotel berbintang lima, dari warung-warung kecil hingga
shopping center mewah, dari sarana transportasi butut hingga pesawat terbang.

Nyaris di semua tempat selalu ada yang membaca al-Quran. Begitupun di dalam taksi, mikrolet, bus kota, kereta api, tram kota, senantiasa para pemuda, bapak-bapk dan kaum hawa senantiasa khusyu membaca Quran sambil mengusir suara bising obrolan dan deru knalpot.

Secara umum, ayat-ayat al-Quran yang “distel” di dalam kendaraan sangat bempengaruhi “karakteristik” pendengarnya.
Normalnya, para penumpang malu untuk berbuat hal-hal yang tidak senonoh.

Kendati begitu, tetap saja ada saja pemandangan yang di luar dugaan.
Misalnya ada saja yang berbuat ricuh di dalam bus lantaran rebutan tempat duduk, tak setuju tarif, perempuan disenggol laki-laki nakal, dsb.
Sementara para pembaca al-Quran tetap anteng dan adem ayem.

Pemandangan lain (yang di luar dugaan) juga terjadi di musim panas tahun 2002, dalam perjalanan menuju Alexandria, kota pantai yang bersejarah itu.

Ada seorang gadis yang berpakaian sangat minim, bahkan tipis dan tembus pandang.
Semula dia tidak kebagian tempat duduk, akhirnya berdiri, dan “terlihat” oleh semua penumpang .
Dan jangan lupa, gadis-gadis Mesir kebanyakan montok-montok atau ‘berisi’.

Kebetulan seorang syekh mencoba mengingatkan, tapi tidak digubris.
Selengkapnya ditulis oleh kolumnis majalah Almannar, bukan Almannar yang dulu dikelola syekh Muhammad Rasyid Ridho
yang kemudian menulis tafsir Almannar itu, melainkan Almannar Aljadid/neo- Almannar) berikut ini:

***

Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi Muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.
Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan etika.
Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa terjaga.

Jilbab memang memiliki multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, dari Kairo ke Alexandria; di sebuah mikrobus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak
untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat, karena menantang kesopanan.

Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang ‘perhatian’ kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan bahwa pakaian yang dikenakannya bisa mengakibatkan
sesuatu yang tak baik bagi dirinya sendiri.
Disamping itu, pakaian tersebut juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Orang tua itu bicara agak hati-hati, pelan-pelan, sebagaimana seorang bapak terhadap anaknya.

Apa respon perempuan muda tersebut ?

Rupanya dia tersinggung, lalu ia ekspresikan kemarahannya karena merasa hak privasinya terusik.

Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang !

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya.

” Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda ! “

Sebuah respon yang sangat frontal. Orang tua berjenggot itu hanya beristighfar.

Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya, suasana begitu senyap.

Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpi, tak terkecuali perempuan muda itu.

Lalu sampailah perjalanan di penghujung tujuan, di terminal terakhir mikrobus Alexandria.

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun, tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tidur,

karena posisi tidurnya berada dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja !” kata seorang penumpang.
“Iya, bangunkan saja !” teriak yang lainnya.

Gadis itu tetap bungkam, tiada bergeming.

Salah seorang mencoba mendekatinya, dan menggerak-gerakkan tubuh si gadis agar posisinya berpindah.

Namun……. astaghfirullah !

Apakah yang terjadi ?

Perempuan muda tersebut benar-benar tidak bangun lagi.
Ia menemui ajalnya dalam keadaan memesan neraka !

Kontan seisi mikrobus berucap istighfar, kalimat tauhid serta menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk di sampingnya.
Ada pula yang histeris meneriakkan Allahu Akbar dengan linangan air mata.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya….

Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat…

Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk…

Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah…

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.

Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat dengan-NYA ….semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar…
mumpung kesempatan itu masih ada !

Apakah booking tempatnya terpenuhi di alam sana ?

Jama’ah , sering-seringlah berdoa seperti ini :

Allahumma inni as’aluka salamatan fid diin (yang Allah, berilah aku keselamatan di akherat)

wa ‘afiatan fil jasad (dan kesehatan tubuh)
wa ziyadatan fil ‘ilmi (dan bertambah ilmu)
wa barakatan fir rizqi (dan keberkahan rezeki)
wa taubatan qablal maut (dan taubat sebelum mati)
wa rahmatan ‘indal maut (dan kasihsayang ketika mati)
wa maghfiratan ba’dal maut (dan ampunan setelah mati)

Allahumma hawwin ‘alayya fii sakaratil maut (ya Allah permudahkanlah aku ketika sekarat/hendak mati).

Entahlah, apakah ini yang disebut dengan su’ul khatimah itu.
Mungkin si perempuan ini juga (pernah) sembahyang,
mungkin juga pernah beramal salih selama hidupnya.

Siapa tahu?

Wallahu a’lam.

Wassalam,

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

Komentator Paradoks

 

Komentator Paradoks

Indonesia kembali berjaya dalam olimpiade fisika internasional yang berlangsung di Singapura 08 – 16 Juli 2006. Bahkan, Jonathan Pradana Mailoa meraih gelar The Absolute Winner karena meraih nilai tertinggi dalam ujian teori dan eksperimen. Tiga peraih emas lain adalah, Pangus Ho (SMA Kristen 3 Penabur Jakarta), Irwan Ade Putra (SMA Negeri 1 Pekanbaru), dan Andi Octavian Latief (SMA Negeri 1 Pamekasan, Madura). Satu nama lagi M Firmansyah Kasim (SMP Islam Athirah, Makasar) meraih medali perak

“Fantastik, masih belia sudah mampu mengangkat citra bangsa.” Itulah komentar saya atas raihan prestasi mereka. Walau saya bukan anggota tim olimpiade fisika itu saya ikut merasa bangga dan bahagia sebagai anak bangsa. Kebahagian itu saya wujudkan dengan cara menceritakan prestasi mereka di dalam setiap kesempatan yang tepat.

Sebagian besar yang saya ajak diskusi menanggapi positif prestasi itu. Namun ada juga yang memberi komentar lain. “Keberhasilan seseorang bukan ditentukan oleh menjuarai olimpiade atau kecerdasan intelektual. Akan tetapi ditentukan oleh kecerdasan emosional dan spiritual. Bahkan, kecerdasan intelektual hanya berkontribusi 6-20 persen terhadap suksesnya seseorang.” Begitu pendapat rekan saya yang lain. Sambil mengutip pendapat para ahli, rekan saya terus menekankan pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual tanpa sedikitpun memberikan apresiasi positif terhadap prestasi tim olimpiade itu.

“Bangsa yang dipenuhi Komentator” Pikir saya. Di saat kita seharusnya memberikan apresiasi positif, kita malah memberikan komentar yang miring dan mematahkan semangat. Atas kemampuan Pak Habibie membuat pesawat, sebagian kitapun berkomentar “ngapain buat pesawat kalau hanya ditukar beras dengan

Thailand.”

Bila dalam sebuah perusahaan ada yang jabatannya naik, sebagian kita ada yang sibuk cari cara untuk melemahkannya. Berbagai komentar negatif boleh jadi muncul. “Maklum dia pintar menjilat atasan.” “Dia khan saudaranya ….” “Dia khan setor sekian….bla…bla…”

Ketika piala dunia di Jerman. Komentatorpun bermunculan di layar kaca. Dari yang tidak pernah bermain bola sampai mantan pemain bola. Di kendaraan, di kantor, di pasar, dan di tempat-tempat berkumpulnya orang, semua mengomentari permainan tim-tim yang telah dan akan bertanding. Saat itu, kita seolah-olah piawai dan ahli dalam bermain bola.

Padahal bila diterjunkan ke lapangan, sebagian besar kita napasnya ngos-ngosan. Nendang bola salah arah. Ngoper bola malah ke tim lawan. Permainan tim pun tanpa pola yang jelas. Kemampuan kita ketika memberi komentar tidak tercermin pada permainan di lapangan. Komentator yang tak memiliki pengalaman bertanding, tidak ahli bermain, dan belum pernah ada prestasi yang disumbangkan saya sebut sebagai komentator paradok.

Boleh jadi, dalam kehidupan kita sehari-hari kita temukan banyak komentator paradok. Dia hanya ahli berkomentar, menilai, memberikan analisa, dan memprediksi kemungkinan yang akan terjadi. Sementara dalam kehidupan yang sesungguhnya, kemampuannya tidak teruji.

Rekan saya yang mengkritisi juara olimpiade fisika pasti dia belum pernah juara olimpiade. Orang yang “melecehkan” kemampuan pak Habibie pasti dia tidak bisa membuat pesawat. Orang yang dengki dan iri atas prestasi rekan kerja dan orang lain, boleh jadi dia belum meyumbangkan prestasi signifikan di dalam hidupnya.

Mari kita tanyakan pada diri kita. Apa prestasi yang telah saya torehkan? Apa keahlian saya? Apa peran yang telah saya kontribusikan untuk tim? Dan, bila Tuhan mencabut nyawa saya hari ini, prestasi apa yang akan saya banggakan di hadapan-Nya sehingga saya pantas menjadi penghuni Surga? Bila sebagian besar jawaban atas pertanyaan itu adalah Tidak ada, boleh jadi anda adalah Komentator Paradok. Ahli bicara, ahli berkomentar tapi miskin prestasi. Siapa anda?

Keterangan Penulis:
Jamil Azzaini adalah Inspirator, Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.

“Petronas” <petronas@cbn.net.id>

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA


 

KETIKA MULUT TAK LAGI BERKATA

Taufiq Ismail

 

Penyair Taufiq Ismail menulis sebuah artikel tentang Krismansyah Rahadi
(1949-2007) di majalah sastra HORISON.

Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, “
Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi
saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka
lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan kapan mesti selesai.
Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu
bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris
lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang
akan diisi dengan suku kata.

Chrisye menginginkan puisi relijius. Kemudian saya dengarkan lagu itu.

Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu,
tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi
masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu.
Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet,
apa mau dikatakan. Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan
saya mau bilang, ” Chris, maaf ya, macet. Sori.” Saya akan kembalikan pita
rekaman itu.


Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat
65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim
.”Alyauma nakhtimu
‘alaa afwahihim, wa tukallimunaaidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu
yaksibuun”
saya berhenti.

Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada

Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang telah mereka lakukan.

” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke
larik-larik lagi tersebut. Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat
berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan
teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.

Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata.

Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,” Chris, alhamdulillah
selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul
inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika
berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi
lagi, menangis lagi, berkali-kali.

Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye,

Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye:

Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier,
yang menggetarkan sekujur tubuh saya.

Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu.
Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang
begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya
berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya
membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget
melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.

Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan
Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada
kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang
malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan
kesulitan saya. “Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat
65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya.
Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar
membaca isinya.Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya
menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi.
Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur,
sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini.
Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!

Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah
senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung
mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda
lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia , saya lalu mengajak Yanti ke
studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan
saya.Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga
selesai. Dan tidak ada take ulang!
Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya
lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya
dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan
menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin
berlari! Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan
lagu yang pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya
benar-benar meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling
dalam selama menyanyi.

Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya
terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya,
dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main. Saya tidak menyangka
sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di
hari kiamat kelak. Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang
serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser
atau pertunjukan, Iin biasanya
cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan
menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. Demikian
sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

* *
Setelah rekaman Ketika Tangan dan Kaki Berkata selesai, dalam peluncuran
album yang saya hadiri, Chrisye meneruskan titipan honorarium dari
produser untuk lagu tersebut. Saya enggan menerimanya. Chrisye terkejut.
“Kenapa Bang, kurang?” Saya jelaskan bahwa saya tidak orisinil menuliskan
lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata itu. Saya cuma jadi tempat
lewat, jadi saluran saja. Jadi saya tak berhak menerimanya. Bukankah itu
dari Surah Yasin ayat 65, firman Tuhan? Saya akan bersalah menerima
sesuatu yang bukan hak saya. Kami jadi berdebat. Chrisye mengatakan bahwa
dia menghargai pendirian saya, tetapi itu merepotkan administrasi.
Akhirnya Chrisye menemukan jalan keluar.

“Begini saja Bang, Abang tetap terima fee ini, agar administrasi rapi.
Kalau Abang merasa bersalah, atau berdosa, nah, mohonlah ampun kepada
Allah. Tuhan Maha Pengampun ‘ kan ?”
Saya pikir jalan yang ditawarkan Chrisye betul juga. Kalau saya berkeras
menolak, akan kelihatan kaku, dan bisa ditafsirkan berlebihan. Akhirnya
solusi Chrisye saya terima. Chrisye senang, saya pun senang.

* *
Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris
Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk
rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan
adalah kanker paru-paru stadium empat. Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan
empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album
soundtrack, 20 album solo dan 2 film. Semoga penyanyi yang lembut hati dan
pengunjung masjid setia ini,
tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta
menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir yang semoga terbuka lebar baginya.
Amin. #

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya…. sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina

1997

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

 

Politikus Austria Menghina Nabi Muhammad

Politikus Austria Menghina Nabi Muhammad

Kamis, 17 Januari 2008 | 04:38 WIB TEMPO Interaktif, Wina: Susanne
Winter, anggota Partai Kebebasan Austria, mengecap Nabi Muhammad
sebagai “penyiksa anak-anak” yang menulis kitab suci Al-Quran “dalam
keadaan epilepsi”–tudingan yang sudah dibantah banyak ulama dan
sarjana Islam.

Politikus berusia 50 tahun itu maju sebagai kandidat Wali Kota Graz,
kota terbesar kedua di Austria. Serangannya terhadap Islam pertama
kali dia lontarkan di hadapan 3.000 pendukungnya dalam sebuah kampanye
pada Ahad lalu.

Dalam pidatonya, Winter mengatakan Nabi Muhammad “akan disebut
penyiksa anak dalam sistem sosial sekarang” karena telah menikahi
seorang gadis berusia 6 tahun.

Winter juga mengatakan bahwa Islam adalah sebuah sistem totaliter
yang layak “dilemparkan kembali ke tempat asalnya: sisi lain dari
Mediterania” .

Dia juga mengingatkan bahwa Kota Graz kini terancam “badai tsunami
imigrasi Islam”. Winter memperkirakan bahwa separuh penduduk Austria
akan menjadi muslim dalam tempo 20 tahun. Pidatonya itu disambut
gemuruh tepuk tangan para pendukungnya.

Kampanye Winter memang menyerang Islam. Dalam plakat-plakat
kampanyenya terpampang slogan “tak ada rumah bagi Islam radikal”. Esok
harinya, dalam wawancara dengan harian Osterreich, Winter mengatakan
bahwa penganiayaan terhadap anak “telah meluas di kalangan kaum
muslim” dan Nabi Muhammad menulis Al-Quran “dalam keadaan epilepsi”.

Pernyataannya itu kontan memicu reaksi keras dari berbagai kalangan.
Presiden Austria Heinz Fischer mengecam pernyataan Winter yang
dinilainya “bukan suara Austria dan harus kita jauhi.”

Anas Schakfeh, Presiden Komunitas Muslim Austria, mengatakan kaum
muslim sangat marah atas komentar Winter. “Saya ingin perdamaian, tapi
saya tak dapat menahan kemungkinan terjadinya protes dengan
kekerasan,” katanya.

Kaum muslim adalah kelompok minoritas agama terbesar di sana, yang
mencapai sekitar 4,22 persen populasi. Kebanyakan muslim datang ke
Austria setelah 1960 sebagai “pekerja tamu” dari Turki,
Bosnia-Herzegovina, dan Serbia.

sumber : http://www.tempoint eraktif.com/ hg/luarnegeri/ 2008/01/17/ brk,20080117- 115619,id. html

haryo wicaksono <haryo_java@yahoo.com>

40 Fakta yang ada di dunia

40 Fakta yang ada di dunia

Percaya Nggak Percaya, Silahkan baca sendiri :
1. Cocacola dulu berwarna hijau
2. Nama yang paling umum digunakan di dunia adalah Mohammed
3. Dalam bahasa inggris, semua nama benua diawali dan diakhiri dengan huruf vokal yang sama.
4. Otot terkuat yang ada di badan kita adalah lidah.
5. Setiap orang di USA punya 2 kartu kredit!
6. TYPEWRITER adalah kata terpanjang yang dapat diketik dalam satu baris tuts keyboard anda.
7. Perempuan ngedip dua kali lebih banyak dari pada laki-laki.
8. Menahan nafas tidak akan membuatmu mati.
9. Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.
10. Kalau ada orang mengucapkan doa setiap kali ada yang bersin karena memang setiap kali kau bersin, jantungmu berhenti satu milisecond.


11. Secara fisik, setiap babi tidak bisa melihat ke langit.
12. Ucapkan “sixth sick sheik’s sixth sheep’s sick” beberapa kali. Nanti anda akan mahir berbahasa inggris!
13. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah
di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.
14. Setiap raja dalam kartu remi melambangkan raja-raja besar jaman dahulu kala:
Raja sekop – Raja daud
Raja kriting – Alexander Agung
Raja hati – Raja Charlemagne
Raja wajik – Julius Caesar
15. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987, 654,321
16. Kalau ada patung orang naik kuda dan dua kaki depan kuda itu naik di udara,
itu tandanya orang itu mati dalam perang.
17. Kalau kaki kudanya cuma satu yang diangkat berarti orang itu cuma terluka dalam perang.
18. Kalau semua kaki kudanya menjejak tanah, berarti orang itu meninggal karena sakit.
19. Apa persamaan rompi anti peluru, printer laser, tangga darurat dan wiper mobil?
Jawabannya: semua ditemukan oleh perempuan! ha!
20. Satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk? Jawaban : madu
21. Buaya nggak bisa melet lidah.
22. Siput bisa tidur selama 3 tahun
23. Semua beruang kutub KIDAL!
24. American Airlines menghemat $40,000 tahun 1987 dengan cara mengurangi
1 buah olive dari setiap piring salad yang mereka sajikan untuk penumpang kelas 1.
25. Indera perasa kupu-kupu ada di kaki
26. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat
27. Selama 4000 tahun belakangan ini, jenis hewan yang dipelihara di rumah cuma itu-itu saja.
28. Rata-rata manusia lebih takut pada laba-laba daripada kematian.
29. Shakespeare menemukan kata : “Assassination” dan “bump”
30. Dengan menggunakan cara mengetik 10 jari, STEWARDESSES adalah kata
terpanjang yang bisa diketik hanya dengan jari-jari tangan kiri.
31. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama
32. Kursi listrik ditemukan oleh seorang dokter gigi
33. Jantung manusia dapat menyemprotkan darah sejauh 30 kaki.
34. Dalam 18 bulan, 2 ekor tikus bisa punya lebih dari sejuta anak tikus!
35. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi
perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!
36. Pemantik ditemukan sebelum korek api.
37. Setiap lipstik mengandung sisik ikan.
38. Seperti sidik jari, lidah manusia pun mempunyai kontur yang berbeda-beda.
39. 99% orang yang membaca tulisan ini mencoba mengalikan fakta no. 15
40.
Dan akhirnya, 99% orang yang baca tulisan ini pasti mencoba Menjilat siku tangannya.
That’s All . . ………… .
haryo wicaksono <haryo_java@yahoo.com>

Orang Cerdas Banyak Mengingat Kematian

Orang Cerdas Banyak Mengingat Kematian

11 Jan 08 13:07 WIB

Oleh Sigit IndriyonoSelesai sholat sunah ba’diyah Isya’ di Masjidil Haram, seperti biasa aku tidak langsung meninggalkan Masjid. Aku sengaja menghindari berdesak-desakan dengan jama’ah sholat yang keluar dari Masjid. Kerumunan orang yang ke luar bersamaan dari Masjid, berjalan merayap, mirip kemacetan kendaraan bermotor di ibukota.

Pada saat bersamaan ratusan jama’ah memasuki Masjidil Haram berpakaian ihram. Ketika itu, satu minggu menjelang pelaksanaan ibadah haji, tanggal 2 Dzulhijjah 1428 H. Jama’ah yang datang memasuki Masjid akan melaksanakan Umrah fardlu sekaligus Thawaf Qudum, karena baru saja datang di Baitullah.

Waktu antara Isya’ dan Subuh cukup panjang, sehingga mereka bisa melakukan Thawaf dan Sa’i Umrah tanpa terpotong oleh pelaksanaan sholat fardlu berjama’ah. Ketika sholat berlangsung, sekeliling Ka’bah yang merupakan area Thawaf dan antara bukit Shafa dan Marwah yang merupakan area Sa’i menjadi tempat sholat. Saat itu orang yang berthawaf dan bersa’i sangat padat. Thawaf dan Sa’i Umrah paling cepat diselesaikan selama dua setengah jam. Jika dilaksanakan antara Maghrib dan Isya’, dapat dipastikan akan terpotong oleh waktu sholat Isya’, dan harus dilanjutkan setelah sholat Isya’. Waktu Umrah yang sering dipilih adalah antara Subuh dan Dhuhur. Waktu cukup panjang, sehingga thawaf dan sa’i tidak terpotong pelaksanaan sholat fardlu berjama’ah.

Ketika kerumunan orang mulai berkurang, aku segera berdiri untuk meninggalkan Masjidil Haram. Seperti biasa, sehabis sholat Isya’, acara tetapku adalah makan malam. Aku keluar melalui Gate 1, King Abdul Aziz Gate yang berhadapan langsung dengan pintu masuk gedung tertinggi di sekeliling Masjidil Haram. Gedung yang menjulang tinggi tersebut terdiri dari pusat perbelanjaan dan perhotelan. Di lantai tiga dan lantai empat terdapat food court yang laris diserbu jama’ah setelah pelaksanaan sholat. Malam itu aku berencana makan ayam goreng cepat saji di food court.

Sejenak pandanganku tertuju pada kerumunan orang di halaman Masjid, di depan Locker Room. “ Innaa lillahi wa innaa ilayhi rooji’uun, ” kuucapkan lirih. Ternyata, persis di seberang pintu Locker Room, terbujur kaku jenazah di atas lantai bertutupkan kain ihram. Petugas keamanan Masjid menghalau orang-orang agar tidak berkerumun di sekitar jenazah. Sesekali petugas tadi berbicara melalui radio komunikasi dalam genggamannya. Orang yang wafat tersebut belum berhaji karena waktu haji masih seminggu lagi. Semoga Allah SWT memberikan pahala haji baginya atas niat haji yang telah tertanam dalam hatinya.

Setiap selesai sholat fardlu berjama’ah, hampir dipastikan imam Masjidil Haram dan imam Masjid Nabawi akan memberi aba-aba akan dilakukan sholat jenazah. Jama’ah tolong-menolong dalam menggotong keranda berisi jenazah dari mobil jenazah untuk disholatkan di dalam Masjid. Kemudian digotong lagi menuju mobil jenazah yang parkir di pinggir jalan agak jauh dari Masjid. Penggotong jenazah harus bisa bisa menerobos lautan manusia yang berjejal di halaman Masjid hingga tempat parkir mobil jennazah. Pernah kuhitung ada sembilan jenazah digotong beriringan menuju mobil jenazah dari dalam Masjid, usai sholat Dhuhur.

Adanya sholat jenazah usai sholat fardlu merupakan peringatan dari Allah SWT, agar para jama’ah haji selalu mengingat kematian. Dalam kehidupan, kecerdasan seseorang tidak hanya dinilai dari tingkat keahlian atau kepandaian yang diperolehnya. Seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar: “Kami bersepuluh datang kepada Rasulullah SAW, ketika seorang Anshar berdiri dan bertanya: ‘Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling cerdas dan paling mulia?’ Maka Rasulullah SAW menjawab: ‘Mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling banyak mempersiapkan kematian. Merekalah orang yang paling cerdas. Mereka akan pergi dengan mendapatkan kehormatan dunia dan kemuliaan akhirat. ” (HR Ibnu Majah).

Allah SWT berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Hasyr [59]: 18).

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

TAHUN BARU 1 MUHARAM 1429 H.

Selamat

TAHUN BARU 1 MUHARAM 1429 H.

Mari kita tingkatkan Ukhuwah Islamiyah dlm menghadapi Era Global & Tantangan Zaman

Mari kita Muhasabah diri masing-masing :
“Haasibu qobla an-tuhassabu”
( Hisab-lah/hitung2lah diri-mu sebelum kau dihisab/diperhitung oleh Allah SWT.)
Semoga di tahun mendatang diberikan panjang umur dalam tho’at kepada Allah dan Rosul-Nya, diberikan kesempatan untuk memperbanyak Amal-Sholeh sebagai bekal di akhirat kelak.
Mengenang Masa Lalu terlalu banyak adalah penghamburan masa kini. Ketika Allah menerangkan kondisi bangsa-bangsa terdahulu,
Dia Allah yang Maha Perkasa berfirman,
Itu adalah umat yang lalu” ; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.
(al-Baqarah (2) : 134)
Hari yang lalu telah berlalu dan selesai, dan Anda tidak mendapatkan manfaat apapun dengan menganalisanya, atau memutar kembali roda sejarah.
Sebuah malapetaka bagi kita jika kita tidak mampu berhubungan dengan masa kini, dimana kita telah menyia-nyiakan istana kita yang indah, dan kita malah meratapi bangunan yang telah hancur. Jika setiap manusia dan jin bersama-sama membawa kembali masa lalu, tentu mereka akan gagal. Segala yang ada di atas bumi saja selalu bergerak maju untuk mempersiapkan musim yang baru, maka Anda juga harus berbuat demikian.
YANG ANDA MILIKI ADALAH HARI INI
Ketika Anda bangun tidur di pagi hari, jangan berharap untuk melihat sore hari. Hiduplah seolah-olah apa yang Anda miliki hanyalah hari ini. Kemarin telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, sedangkan hari esok belum tentu tiba.
Rentang kehidupan Anda hanyalah satu hari, seolah-olah Anda dilahirkan di awal hari itu dan akan mati di akhir hari itu pula. Dengan bersikap seperti itu, Anda tidak akan terperangkap diantara obsesi masa lalu dengan segala deritanya, serta harapan masa depan dengan segala ketidakpastiannya.
Hiduplah untuk hari ini. Pada hari ini Anda harus menegakkan Shalat dengan hati yang hidup, membaca dan mengkaji al-Qur’an dengan penuh pemahaman, dan berdzikir kepada Allah dengan tulus. Pada hari ini Anda harus bersikap seimbang dalam segala urusan, puas dengan jatah yang Anda dapatkan, serta tidak lupa memperhatikan penampilan dan kesehatan Anda.
Aturlah waktu yang tersedia di hari ini, sehingga Anda dapat memaksimalkan waktu semenit bagaikan setahun dan satu detik bagaikan satu bulan. Mohonlah ampunan dari Tuhan, selalu ingatlah Dia agar hati menjadi tenang, persiapkanlah upacara perpisahan dengan dunia ini dan hiduplah pada hari ini dengan bahagia dan damai.
Merasa puaslah dengan makanan, istri/suami, anak-anak, pekerjaan, rumah serta keadaan yang Anda nikmati dalam hidup ini.
Sebab itu berpegang teguhlah kepada Allah apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur.” (al-Araf (7) : 144)
BIARKAN MASA DEPAN DATANG DENGAN SENDIRINYA
“Telah pasti datangnya ketetapan Allah, maka janganlah kamu meminta disegerakan (datang) nya.” (an-Nahl (16) : 1)
Janganlah tergesa-gesa dan terburu-buru untuk mendapatkan apa yang akan datang. Apakah Anda mengira sudah bijaksana jika memetik buah sebelum matang ?
Hari esok belum tentu ada, tidak ada realitasnya pada hari ini, jadi mengapa Anda demikian menyibukkan diri dengannya ? Mengapa Anda harus repot dengan malapetaka di kemudian hari? Mengapa Anda tertarik memikirkannya, padahal Anda sendiri tidak tahu apakah dapat bertemu dengan hari esok atau tidak ?
Hal penting yang perlu diketahui adalah bahwa hari esok berasal dari dunia yang tidak terlihat, atau seperti jembatan yang belum kita seberangi sampai ia muncul dihadapan kita. Siapa tahu, mungkin jembatannya runtuh sebelum kita mencapainya dan menyebranginya dengan selamat.
Bagi kita terperangkap pada khayalan-khayalan masa depan sangat dicela oleh agama kita karena dapat menggiring kita untuk mencintai dunia secara berlebihan. Ketergantungan ini bagi orang-orang beriman harus dihindari.
Banyak orang didunia ini yang sangat takut dengan kemiskinan, kelaparan, penyakit dan malapetaka di masa depan. Pemikiran seperti itu didorong oleh bisikan setan.
“Syethan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir), sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada Nya dan karunia-Nya (al-Baqarah (2): 268)
Karena Anda disibukkan oleh yang Anda kerjakan pada hari ini, maka tinggalkanlah hari esok. Biarkanlah ia datang dengan sendirinya, dan berhati-hatilah agar jangan menjadi orang yang terobsesi dengan sesuatu yang akan terjadi nanti di dunia ini.
DON’T BE SAD
by

DR. Aidh bin Abdullah al-Qarni MA

H Mirza Amin <mirza@dayinmitra.co.id>

Tokoh Perubahan 2007: The Sound of Moral

Tokoh Perubahan 2007: The Sound of Moral

“First and foremost, we should be governed by common sense. But common sense should be based on moral principles first. And it is not possible today to have morality separated from religious values.”

Vladimir Vladimirovich Putin

Itulah suara terdalam dari seorang Putin, presiden Rusia. Seorang agen dinas rahasia KGB di masa Soviet yang komunis. Putin dinilai berhasil membawa negerinya untuk bangkit kembali sehingga majalah Time menobatkannya sebagai Person of the Year tahun 2007. Bagi Putin, nilai-nilai religius merupakan pijakan moral yang utama dalam memerintah. Globalisasi memang bukan sekadar memungkinkan menyatukan warna dunia dalam seketika, tapi juga mambangkitkan identitas agar tak tergerus. Dan religi adalah the ultimate values yang paling kukuh untuk menjadi pilar. Itulah pilihan terbaik untuk tetap “menoleh ke kanan”. Indonesia akan mampu bangkit dari keterpurukannya jika masyarakatnya berpegang pada nilai-nilai religi yang berakar kuat di masyarakatnya.

Seperti dua tahun belakangan ini, pada hari ulang tahunnya, 4 Januari, Republika mengumumkan pemenang anugerah Tokoh Perubahan 2007. Kali ini adalah untuk yang ketiga. Mereka bagai angin semilir. Damai dan menyejukkan. Pelan namun menyibakkan. Itulah ciri Tokoh Perubahan 2007 pilihan Republika tahun ini. Mereka adalah Maftuh Basyuni, Deddy Mizwar, Habiburrahman El Shirazy, Andrea Hirata, Yusuf Mansyur, dan Ratna Megawangi.

Pada 2005, Republika memilih delapan tokoh yang menebarkan energi positif dan optimisme. Pada 2006, anugerah diberikan kepada tujuh tokoh yang menunjukkan pribadi pekerja keras. Kali ini, Republika memilih enam tokoh penyuara moralitas dalam memandu masyarakat. Merekalah pelantun the sound of moral.

Maftuh Basyuni adalah khas sosok pesisir utara Jawa: lugas dan berani. Membenahi Departemen Agama adalah tekadnya yang sangat kuat. Kemudahan, penghematan, pelayanan, dan membasmi praktik korupsi, percaloan, maupun mengail di air keruh dari 200-an ribu jamaah haji adalah upaya perbaikan yang terus-menerus ia lakukan. Adakalanya ia terpeleset seperti pada musim haji tahun lalu. Upayanya membenahi layanan katering haji mendapat perlawanan keras, bahkan sabotase dari pihak-pihak berkuasa di Arab Saudi.

Maftuh juga berbenah di bidang lain yang menjadi urusan departemennya seperti masalah pendidikan, birokrasi, dan pengelolaan anggaran maupun aset Depag. Ia tak banyak bicara dan lebih banyak bekerja, tanpa mengenal kompromi. Perlahan citra dan kinerja Depag pun membaik. Untuk kali pertama, Tokoh Perubahan didominasi seniman, yaitu Deddy, Habib, dan Andrea. Deddy bisa menghadirkan visinya yang kokoh di tengah terpaan produk sinetron dan film layar lebar yang dipenuhi roman picisan, pornografi, dan horor. Walau karyanya dipenuhi dengan idealisme namun ia bukan karya apik yang sunyi dari tepuk tangan.

Terbukti dari rating yang tinggi dan iklan yang penuh serta tiket yang laku keras dan masa tayang yang lama di bioskop papan atas. Karyanya juga mendapat berbagai penghargaan di berbagai festival. Hal itulah yang membedakan Deddy dengan sineas lain yang juga sama-sama berdiri di garda depan produk bermutu. Bukan hendak mengecilkan yang lain, namun Deddy bisa membuktikan kualitas kreativitasnya yang tetap bergemuruh.

Karya Deddy tak melulu pada kualitas teknis perfilman. Ia juga menukik pada isinya itu sendiri. Bukankah pembeda utama antara seni cerita dengan seni lainnya adalah ceritanya itu sendiri? Bukankah berkesenian ditujukan untuk masyarakat dan bukan untuk para seniman sendiri? Bukankah berkesenian bukan sekadar menghibur tapi juga untuk pencerahan jiwa? Bukankah seniman juga butuh uang untuk hidup dan berkarya lagi? Semua dijawab tuntas oleh Deddy lewat Lorong Waktu, Kiamat Sudah Dekat, Para Pencari Tuhan, dan Naga Bonar Jadi 2.

Ada ungkapan penghibur bahwa karya yang baik tak selalu karya yang paling banyak digemari. Itu memang betul. Tapi, alangkah eloknya jika selain karya itu baik tapi juga digemari. Itulah yang terjadi pada Habib atau akrab disapa Kang Abik. Novelnya, Ayat-ayat Cinta, memang meniti di atas cerita kisah cinta seorang mahasiswa. Sebuah model yang klise.

Namun caranya bercerita, munculnya kejutan di setiap babak, bingkai multikultural dan multikeyakinan para tokoh utama yang terlibat, dan keindahan cinta tanpa syahwat merupakan eksotisme novelnya. Bahkan, dari segi bingkai multikultural dan multikeyakinan, Ayat-ayat Cinta masih lebih kuat dibandingkan dengan karya klasik Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka’bah. Ya, Hamka baru telah lahir dalam sastra Islami. Di sana ada tawa, kerinduan, juga tangis. Tentu yang lebih utama, sebagaimana ditulis dalam sampulnya, inilah novel pembangun jiwa. Novel yang mampu menggugah dan menginspirasi para pembacanya untuk menjadi pribadi-pribadi yang baik.

Andrea Hirata tetap berkukuh bahwa dia bukanlah novelis. Bukan pula sastrawan. Bukan juga pembaca sastra yang baik. Apa yang ia tulis ia akui sebagai sebuah buku tentang pendidikan. Kesahajaan itulah yang membuat novelnya begitu otentik dan menyegarkan. Ia seakan makhluk baru dalam dunia sastra Indonesia. Andrea memang orang yang muncul dari dunia antah berantah dalam jagad sastra Indonesia. Justru karena itu bahasa dan ungkapannya begitu asli. Ia tak mewarisi dan tak terpengaruh siapa-siapa. Padahal novelnya, Laskar Pelangi, ia tulis hanya dalam tiga pekan. Bukankah ia seorang penulis yang luar biasa?

Sebagai seorang karyawan PT Telkom tentu ia sangat sibuk. Namun, kecintaan dan dorongannya untuk memberikan hadiah pada ibu gurunya yang sedang terbaring sakit membuatnya teramuk menulis. Apa yang ia tulis adalah kisah nyata dan pengalaman pribadinya beserta teman-temannya yang tergabung dalam persahabatan Laskar Pelangi saat mereka di SD. Apa yang ia tulis adalah wajah nyata Indonesia tentang kemiskinan dan berbagai akibatnya, apalagi di wilayah terpencil di Belitung. Namun, berbagai keterbatasan itu bukanlah pintu mati jika di sana ada seorang guru yang menghayati dan mencintai profesinya. Tunas-tunas muda itu begitu keranjingan untuk belajar dan menyerap ilmu. Seperti kata Andrea, Laskar Pelangi memang bukan [sekadar] novel, dia adalah mata air di padang makna.

Di tengah gejala hedonisme, individualisme, pamer kekayaan, dan penderitaan akibat rentetan musibah dan krisis ekonomi berkepanjangan, Ustadz Yusuf Mansyur menyeru tentang “kenikmatan dan keuntungan” bersedekah. Ia pun mengeluarkan rumus matematika sedekah. Setiap pengeluaran akan ada pemasukan yang berlipat. Ia menyerukan solidaritas sosial.

Akhirnya, Ratna Megawangi. Dosen IPB yang lebih banyak dikenal lewat tulisan-tulisannya soal kesetaraan gender dari perspektif Islam merupakan pribadi yang telah enam tahun bergelut mengembangkan pendidikan yang bertumpu pada pembentukan karakter. Ia berjuang tanpa berisik. Bersama-sama para mantan mahasiswanya, kini ia telah mendirikan lebih dari 100 sekolah taman kanak-kanak di berbagai daerah. Melalui jalan sunyi, ia berharap Indonesia bisa menuainya ketika anak didiknya besar kelak. nasihin masha.

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>