Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet
Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang
Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu
yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air
toilet. Ihh…
Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar mandi
umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi
apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es
batu di restoran siap saji?
Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari
restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini
membuktikan bahwa 70% es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak
kuman dibandingkan air toilet.
Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia 12
tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil mendapatkan
penghargaan proyek sekolah menengah.
Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan air
toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida
Selatan. Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan
air toilet itu di University of South Florida.
Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat
dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.
“Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu kita
memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es batu
ini,” ungkap Dr. David Katz komtributor masalah kesehatan ‘Good Morning
Amerika’ seperti dilansir detikhot dari ABC News, Senin (27/2/2006).
Baik Jasmin dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai lebih
kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang
menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet
dinilai lebih bersin karena berasal dari sumber air yang telah melalui
proses penyaringan
(admin – diambil dari detikHot)
Ada yang nonton acara Investigasi di TransTV kemaren sore (minggu 27 Jan
08). Penyelidikan-penyelidikan yang kadang-kadang membuat saya ber
“NAUDZUBILLAH MINDZALIK” berkali-kali. Setelah pengungkapan-pengungkapan
peristiwa-peristiwa yang cukup mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada
beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, pemakaian formalin yang
berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin biar keliatan lebih bersih
dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap putih biar menjadi kakap
merah yang di pasaran lebih mahal. (sekali lagi) NAUDZUBILLAH
MINDZALIK!Nah tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di warung-warung seluruh Jakarta. Es batu ini ternyata berasal dari air
sunga ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka
menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan kedalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini
hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau
mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem
refrigerator. Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta
(bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin
yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan
lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala
terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH, OMG!Taukah kalian, setelah tim
investigasi TransTV mencoba mengambil sampel secara acak di beberapa
penjual yang menggunakan es ini pada aneka minuman, dan kemudian
mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu mengandung bakteri
E-COLI jauh diatas batas normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan kata
lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf) kotoran
manusia.
Yaikksssss… (saya aja mau muntah ketika menulis tulisan ini)Nah… Masih
mau jajan sembarangan??? Emang Home made jauhhhhh lebih enak dan Sehat!!!!
*sebagai tambahan untuk referensi –
“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id