4 Nasehat Utama


4 Nasehat Utama

Islam, Learning, Life, Personal, Reflection, Tips and Tricks, Today’s
Lesson

Kubur Setiap Hari Menyeru Manusia Sebanyak Lima (5) Kali

1. Aku rumah yang terpencil,maka kamu akan senang dengan selalu
membaca Al-Quran.
2. Aku rumah yang gelap,maka terangilah aku dengan selalu solat malam.
3. Aku rumah penuh dengan tanah dan debu,bawalah amal soleh yang
menjadi hamparan.
4. Aku rumah ular berbisa,maka bawalah amalan Bismillah sebagai
penawar.
5. Aku rumah pertanyaan Munkar dan Nakir,maka banyaklah bacaan “Laa
ilahaillallah, Muhammadar Rasulullah”, supaya kamu dapat jawaban
kepadanya.

Lima Jenis Racun dan Lima Penawarnya

1. Dunia itu racun,zuhud itu obatnya.
2. Harta itu racun,zakat itu obatnya.
3. Perkataan yang sia-sia itu racun,zikir itu obatnya.
4. Seluruh umur itu racun, taat itu obatnya.
5. Seluruh tahun itu racun,Ramadhan itu obatnya.

Nabi Muhammad S.A.W bersabda: Ada 4 di pandang sebagai ibu, yaitu:

1. Ibu dari segala OBAT adalah SEDIKIT MAKAN.
2. Ibu dari segala ADAB adalah SEDIKIT BERBICARA.
3. Ibu dari segala IBADAT adalah TAKUT BUAT DOSA.
4. Ibu dari segala CITA CITA adalah SABAR.

Orang Yang Tidak Melakukan Solat:

* Subuh : Dijauhkan cahaya muka yang bersinar
* Zuhur : Tidak diberikan berkah dalam rezekinya
* Asar : Dijauhkan dari kesihatan/kekuatan
* Maghrib : Tidak diberi santunan oleh anak-anaknya.
* Isya : Dijauhkan kedamaian dalam tidurnya

“haryo_java”

<haryo_java@yahoo.com>

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag. 2)

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag. 2)

Jumat, 6 Jun 08 09:30 WIB

Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.

Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya.

Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19.00 waktu Los Angeles.

Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut (www.wiesenthal.com).

Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun 2007-2008), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah—para Zionis Amerika dan Israel tersebut—berlangsung obrolan santai namun serius.

Selain isu Ahmadiyah, topik kontroversi kenaikan harga BBM yang tengah hangat di dalam negeri (Indonesia) diduga kuat menjadi salah satu bahan pembicaraan mereka mengingat kebijakan pemerintahan SBY tersebut sesungguhnya mengikuti Grandesign Washington agar harga minyak di Indonesia bisa sama dengan harga minyak di New York, sesuai Letter of Intent (LOI) dengan IMF pada tahun 1999. DI tahun 2000, USAID pun telah mengucurkan dollar dalam jumlah besar kepada pemerintah RI untuk memuluskan liberalisasi sektor Migas (silakan baca wawancara eramuslim dengan Revrisond Baswir dalam rubrik bincang-bincang).

Target IMF untuk menyamakan harga BBM di New York dengan di Indonesia sebenarnya sudah harus tercapai pada tahun 2005, namun tersendat-sendat karena penolakan dari rakyat Indonesia sangat kuat. Sebab itu, di tahun 2008 ini Amerika agaknya tidak mau hal tersebut tersendat lagi. “Penyesuaian” harga BBM harus terus jalan. Zionis-Amerika sangat berkepentingan dengan hal ini, sebab itu mereka mendesak pemerintahan SBY yang memang sangat takut dan tunduk tanpa reserve pada AS agar segera menaikkan harga BBM. Bagaimana takutnya SBY terhadap AS bisa kita lihat sendiri saat Presiden Bush datang ke Bogor, 20 November 2006, di mana persiapan yang dilakukan pemerintah ini sangat keterlaluan berlebihan dan cenderung paranoid.

Pada tanggal 24 Mei 2008, pemerintah menaikkan harga BBM. Abdurrahman Wahid sudah tiba di tanah air. Untuk menekan penolakan, pemerintah SBY (lagi-lagi) memberi ‘permen’ kepada sebagian rakyat miskin bernama Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun Social bumper ini malah menjadi bulan-bulanan kecaman ke pemerintah. Gelombang unjuk rasa dilakukan mahasiswa dan elemen-elemen rakyat. Tokoh-tokoh nasional seperti Amien Rais dan Wiranto pun sudah terbuka menyatakan ‘perang’ terhadap sikap pemerintah menaikkan harga BBM. Banyak kalangan berfikir, demo-demo ini akan meningkat eskalasinya hingga jadi besar, bahkan bukan mustahil rusuh Mei 1998 terulang kembali. Teriakkan “Turunkan SBY-JK!” sudah terdengar di mana-mana. Pihak kepolisian menerapkan status Siaga Satu saat itu.

Sejak itu tiada hari tanpa demo. Istana merupakan tempat paling favorit para pendemo. Hari ahad, 1 Juni 2008, sejumlah elemen masyarakat termasuk massa dan anggota PDIP dan elemen umat Islam seperti FUI, HTI, dan FPI, sudah mengantungi izin untuk melakukan aksi unjuk rasa di Monas, Jakarta. Sedangkan AKKBB menurut laporan ke pihak kepolisian hanya melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran HI, sekitar tiga kilometer dari kawasan Silang Monas.

Jalur Demo dan Polisi Yang Aneh

Dari Bundaran HI, tiba-tiba massa AKKBB bergerak long-march ke kawasan silang Monas yang sudah dipenuhi massa umat Islam yang tengah berdemo. Padahal pemberitahuannya hanya ke Bundaran HI. Aparat kepolisian berusaha mencegah massa AKKBB yang sebagiannya merupakan pendemo bayaran yang sesungguhnya tidak tahu apa-apa menuju silang Monas di mana massa elemen umat Islam tengah melakukan demo, agar tidak terjadi bentrok.

Namun massa AKKBB membandel dan polisi (anehnya) tidak mampu menghalangi massa AKKBB mendekati massa umat Islam. Setelah berdekatan, orator dari massa AKKBB memprovokasi massa umat Islam yang banyak terdiri dari para laskar meneriakkan, “Laskar setan!” dan sebagainya. Terang, mendapat provokasi seperti ini anak-anak muda dari massa Islam marah. Apalagi di antara massa AKKBB yang berada di dekat massa Islam ada yang membawa-bawa spanduk besar berisi penolakan SKB Ahmadiyah. Ini jelas provokasi. Anak-anak Laskar Islam pun menyerbu massa AKKBB. Dan terjadilah rusuh Monas.

Dalam tulisan ketiga, akan dipaparkan keanehan lainnya ba’da peristiwa Monas yaitu sikap SBY yang tiba-tiba cepat tanggap (biasanya peragu dan lamban), respon Kedubes AS dan pejabat Kedubes AS yang menjenguk korban, plintiran media massa baik itu cetak maupun teve, dan sebagainya.

Apa pun itu, semua ini telah berhasil membelokkan isu utama negeri ini dari yang tadinya menyoroti kenaikan BBM dan penolakan Ahmadiyah, menjadi isu sentral pembubaran FPI. Baik SBY maupun para liberalis dan non-Muslim yang tergabung dalam AKKBB (termasuk kelompok sesat Ahamdiyah) diuntungkan. (bersambung/rizki)

“H Mirza Amin”
<mirza@dayinmitra.co.id>

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

Sun Jun 8, 2008 10:36 pm (PDT)

Membongkar Jaringan AKKBB (Bag.1)

(ini adalah tulisan Riski Ridyasmara, inisial Rz dalam situs
www.eramuslim. com. beliau banyak menulis tentang konspirasi, zionis,
dan pergerakan Islam. salah satu tulisan beliau yang paling baru
adalah mengenai jaringan AKKBB ini, dimana sedikit mernyinggung
keterkaitan antara kelompok ini dengan hidden agenda di belakangnya)

Nama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
(AKKBB) menjadi buah bibir setelah peristiwa rusuh di silang Monas
pada hari ahad siang, 1 Juni 2008. Sebelumnya, aliansi ini sering kali
diidentikan dengan gerakan pembelaan terhadap kelompok sesat
Ahmadiyah, sebuah kelompok yang mengaku bagian dari Islam namun
memiliki kitab suci Tadzkirah—bukan al-Qur’an—dan Rasul Mirza Ghulam
Ahmad, bukan Rasulullah Muhammad SAW.

Jika menilik perjalanan historis dan ideologi kelompok sesat Ahmadiyah
dengan AKKBB, maka akan bisa ditemukan benang merahnya, yakni
permusuhan terhadap syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis,
mengedepankan berbaik sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan
kecurigaan terhadap kaum Muslimin.

Ketika Ahmadiyah lahir di India, Mirza Ghulam Ahmad mengeluarkan
seruan agar umat Islam India taat dan tsiqah kepada penjajah Inggris,
dan mengharamkan jihad melawan Inggris. Padahal saat itu, banyak
sekali perwira-perwira tentara Inggris, para penentu kebijakannya,
terdiri dari orang-orang Yahudi Inggris seperti Jenderal Allenby dan
sebagainya. Dengan kata lain, seruan Ghulam Ahmad dini sesungguhnya
mengusung kepentingan kaum Yahudi Inggris.

Bagaimana dengan AKKBB? Aliansi cair ini terdiri dari banyak
organisasi, lembaga swadaya masyarakat, dan juga kelompok-kelompok
“keagamaan”, termasuk kelompok sesat Ahmadiyah. Mereka yang tergabung

dalam AKKBB adalah:

* Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)
* National Integration Movement (IIM)
* The Wahid Institute
* Kontras
* LBH Jakarta
* Jaingan Islam Kampus (JIK)
* Jaringan Islam Liberal (JIL)
* Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF)
* Generasi Muda Antar Iman (GMAI)
* Institut Dian/Interfidei
* Masyarakat Dialog Antar Agama
* Komunitas Jatimulya
* eLSAM
* Lakpesdam NU
* YLBHI
* Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika
* Lembaga Kajian Agama dan Jender
* Pusaka Padang
* Yayasan Tunas Muda Indonesia
* Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
* Crisis Center GKI
* Persekutuan Gereja-gereeja Indonesia (PGI)
* Forum Mahasiswa Ciputat (Formaci)
* Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI)
* Gerakan Ahmadiyah Indonesia
* Tim Pembela Kebebasan Beragama
* El Ai Em Ambon
* Fatayat NU
* Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta
* Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali
* Koalisi Perempuan Indonesia
* Dinamika Edukasi Dasar (DED) Yogya
* Forum Persaudaraan antar Umat Beriman Yogyakarta
* Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Solo
* SHEEP Yogyakarta Indonesia
* Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya
* Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya
* LSM Adriani Poso
* PRKP Poso
* Komunitas Gereja Damai
* Komunitas Gereja Sukapura
* GAKTANA
* Wahana Kebangsaan
* Yayasan Tifa
* Komunitas Penghayat
* Forum Mahasiswa Syariahse-Indonesia NTB
* Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok
* Forum Komunikasi Lintas Agama Gorontalo
* Crisis Center SAG Manado
* LK3 Banjarmasin
* Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulsel Makassar
* Jaringan Antar Iman se-Sulawesi
* Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG Kalsel) Banjarmasin
* PERCIK Salatiga
* Sumatera Cultural Institut Medan
* Muslim Institut Medan
* PUSHAM UII Yogyakarta
* Swabine Yasmine Flores-Ende
* Komunitas Peradaban Aceh
* Yayasan Jurnal Perempuan
* AJI Damai Yogyakarta
* Ashram Gandhi Puri Bali
* Gerakan Nurani Ibu
* Rumah Indonesia

Menurut data yang ada, AKKBB merupakan aliansi cair dari 64
organisasi, kelompok, dan lembaga swadaya masyarakat. Banyak, memang.
Tapi kebanyakan merupakan organisasi `ladang tadah hujan’ yang
bersifat insidental dan aktivitasnya tergantung ada `curah hujan’ atau
tidak. Maksudnya, kelompok atau organisasi yang hanya dimaksudkan
untuk menampung donasi dari sponsor asing, dan hanya bergerak jika ada
dana keras yang tersedia.

Namun ada beberapa yang memang memiliki ideologi yang jelas dan
bergerak di akar rumput. Walau demikian, yang terkenal hanya ada
beberapa dan inilah yang menjadi motor penggerak utama dari aliansi
besar ini.

Keseluruhan organisasi dan kelompok ini sebenarnya bisa disatukan
dalam satu kata, yakni: Amerika. Kita tentu paham, Amerika adalah
gudang dari isme-isme yang “aneh-aneh” seperti gerakan liberal,
gerakan feminisme, HAM, Demokrasi, dan sebagainya. Ini tentu dalam
tataran ide atau Das Sollen kata orang Jerman.

Namun dalam tataran faktual, yang terjadi di lapangan ternyata
sebaliknya. Kalangan intelektual dunia paham bahwa negara yang paling
anti demokrasi di dunia adalah Amerika, negara yang paling banyak
melanggar HAM adalah Amerika, negara yang merestui pasangan gay dan
lesbian menikah (di gereja pula!) atas nama liberalisme adalah
Amerika, dan sebagainya. Dan kita tentu juga paham, ada satu istilah
yang bisa menghimpun semua kebobrokkan Amerika sekarang ini: ZIONISME.

Bukan kebetulan jika banyak tokoh-tokoh AKKBB merupakan orang-orang
yang merelakan dirinya menjadi pelayan kepentingan Zionisme
Internasional. Sebut saja Abdurrahman Wahid, ikon Ghoyim Zionis
Indonesia. Lalu ada Ulil Abshar Abdala dan kawan-kawannya di JIL, lalu
Goenawan Muhammad yang pada tahun 2006 menerima penghargaan Dan David
Prize dan uang kontan senilai US$ 250, 000 di Tel Aviv (source:
indolink.com) , dan sejenisnya. Tidak terhitung berapa banyak anggota
AKKBB yang telah mengunjungi Israel sambil menghujat gerakan Islam
Indonesia di depan orang-orang Ziuonis Yahudi di sana.

Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM,
anti kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang
absurd sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika,
terang-terangan menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai
belahan dunia seperti di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya.

Jelas, bukan sesuatu yang aneh jika kelompok seperti ini membela
Ahmadiyah. Karena Ahmadiyah memang bagian dari mereka, bagian dari
upaya pengrusakkan dan penghancuran agama Allah di muka bumi ini.

Bagi yang ingin mengetahui ideologi aliansi ini maka silakan mengklik
situs-situs kelompok mereka seperti libforall.com, Islamlib.com. dan
lainnya.

Walau demikian, tidak semua simpatisan maupun anggota AKKBB yang
sebenarnya menyadari ‘The Hidden Agenda’ di balik AKKBB, karena agenda
besar ini hanya diketahui oleh pucuk-pucuk pimpinan aliansi ini,
sedangkan simpatisan maupun anggota di tingkat akar rumput kebanyakan
hanya terikat secara emosionil kepada pimpinannya dan tidak
berdasarkan pemahaman dan ilmu yang cukup.(bersambung/ rz)

“H Mirza Amin” <mirza@dayinmitra.co.id>

Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera

Air Tawar Segar di Kedalaman Samudera

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi “Discovery” pasti kenal Mr.Jacques Yves . Ia seorang ahli kelautan(oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis.

Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat Film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut,tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengahlautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinasi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah keja dian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemu dian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al-Qur’an tentang bertemunya dua lautan yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.

Ar-Rahman ayat 19-20-21:

19. “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemu dian bertemu,

20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”

22. “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan”.

Al Furqan ayat 53:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar terjemahan ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban memandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al-Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.

Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr.Costeau pun berkata bahwa Al-Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallaahul `Azhim. Maha benar Allah akan segala firmanNya.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.”

Seseorang bertanya,”Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca  Al-Qur’an.”

Sumber: Majalah Percikan Iman, Edisi 4 Tahun II

Ada juga yang menafsirkan, bahwa yang dimaksud adalah sebuah muara sungai di Cape Town, Afrika Selatan. Walaupun teori ini agak lemah karena sungai tidak menghasilkan mutiara seperti dijelaskan pada QS Ar Rahman 22.

“H Mirza Amin”

<mirza@dayinmitra.co.id>