Saudariku, Jangan Gunakan Lisanmu untuk Melaknat!

home

Saudariku,

Jangan Gunakan Lisanmu untuk Melaknat!

Penulis: Ummu Salamah As-Suluni

Termasuk bagian dari kenikmatan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya adalah lisan. Dengan lisan, kita dapat mengungkapkan pikiran dan perasan kita. Terkadang kita menganggap sepele atau bahkan melupakan perkara yang berhubungan dengan lisan, sehingga kita sering mendengar seseorang yang mengucapkan sesuatu yang tanpa disadari bisa menimbulkan murka Allah Subhanahu wa Ta’ala. Lisan terkadang dapat mengantarkan pemiliknya ke tingkat tertinggi apabila lisan itu digunakan untuk kebaikan atau diarahkan kepada apa yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun lisan juga dapat menjerumuskan pemiliknya ke tingkat yang paling rendah, yaitu apabila lisan digunakan untuk perkara yang tidak diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Seorang mukmin senantiasa diperintahkan untuk menjaga lisannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. Al-Mukminun: 1-3)

Menjaga lisan termasuk salah satu kesempurnaan Islam seseorang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik (kualitas) keislaman kaum mukminin adalah orang yang kaum muslimin merasa aman dari (kejahatan) lisan dan tangannya. Sebaik-baik (kualitas) keimanan kaum mukminin adalah mereka yang paling baik akhlaqnya…..” (HR. Ath-Thabrani)

Sebagai seorang mukmin, penting bagi kita untuk mengetahui apa saja yang termasuk kejahatan lisan. Diantara kejahatan-kejahatan lisan tersebut adalah melaknat.

Apa itu melaknat? Melaknat memiliki dua makna, yaitu makna pertama adalah mencela dan makna kedua adalah mengusir serta menjauhkan dari rahmat Allah. Melaknat bukanlah perangai orang beriman, dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan bukan orang yang suka melaknat serta bukan orang yang suka bicara jorok dan kotor.” (HR. Al-Bukhari)

Banyak bahaya yang ditimbulkan karena melaknat. Di antara bahaya tersebut adalah tukang laknat tidak dimasukkan dalam golongan para syuhada dan tidak termasuk orang-orang yang memberi syafa’at disisi Allah untuk memintakan ampun bagi seseorang, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang suka melaknat tidak akan menjadi pemberi syafa’at dan tidak pula syuhada pada hari kiamat.” (HR. Muslim)

Melaknat juga bukan sifat para shidiqqun, disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak sepatutnya bagi seorang shidiqq menjadi pelaknat.” (HR. Muslim)

Lalu bagaimana jika seseorang melaknat orang lain yang tidak berhak untuk dilaknat? Jawabannya, laknat itu akan kembali pada orang yang melaknat. Dalam suatu hadits dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia (laknat -ed) tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumi pun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan jika tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi.” (HR. Abu Daud)

Kadang kita mendengar orang berkata, “dasar batu sial!” atau “sial kamu!”, kata-kata ini terdengar sangat sepele, namun ketahuilah Saudariku, bahwa kita dilarang untuk mengucapkan atau melaknat sesuatu tanpa adanya keterangan dari agama bahwa sesuatu tersebut mendatangkan kesialan. Selain itu, kita juga dilarang melaknat angin, binatang, ayam jago, waktu, serta manusia tertentu, terutama seorang mukmin karena hal tersebut termasuk dosa besar. Tsabit bin Adh-Dhahhak rahimahullahu Ta’ala berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melaknat seorang mukmin maka seakan-akan dia membunuhnya.” (HR. Al-Bukhari)

Lalu apakah ada laknat yang diperbolehkan? Jawabannya ada, yaitu melaknat pelaku kemaksiatan dari kalangan kaum muslimin tanpa menunjuk personnya. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang minta disambungkan rambutnya. Selain itu boleh juga melaknat dengan menunjuk orang terrtentu yang sudah mati untuk menjelaskan keadaannya pada manusia dan untuk kemashlahatan syari’ah. Adapun jika tidak ada maslahat syari’ah maka tidak diperbolehkan karena, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencaci maki orang-orang yang telah mati, karena sesungguhnya mereka telah mendapatkan balasan dari apa yang telah mereka perbuat dahulu.” (HR. Al-Bukhari)

Seorang mukmin hendaknya tidak berkata kecuali yang baik. Perkataannya adalah suatu kejujuran, di samping sebagai perbaikan di antara manusia, amar ma’ruf nahi munkar, doa, dan ketundukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak inginkah kita termasuk orang-orang yang disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ini? “Barangsiapa menjamin untukku apa yang ada diantara kedua dagunya (lisan) dan apa yang ada diantara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin untuknya surga.” (HR. Al-Bukhari)

Karena itu, marilah kita memohon kepada Allah Ta’ala agar melindungi kita dari kesalahan-kesalahan lisan kita serta janganlah kita merasa aman terhadap tipu daya lisan, agar kita tidak binasa dalam neraka jahim dan kerugian.

Maraji’:

  1. Manajemen Lisan Saat Diam Saat Bicara (Husain al-Awayisyah)
  2. Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku, edisi revisi (Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah)
  3. Tarjamah Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi)
  4. Dosa-Dosa yang Dianggap Biasa (Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid)

sumber :http://muslimah.or.id/akhlaq/saudariku-jangan-gunakan-lisanmu-untuk-melaknat.html

haryo wicaksono

haryo_java@yahoo.com

home

50 Nasehat Untuk Muslimat: Ucapan

Home

50 Nasehat Untuk Muslimat: Ucapan

· Hindarilah sikap kurang puas dan perbanyaklah diam. Allah berfirman: ‘Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka kecuali bisikan orang yang menyuruh manusia memberikan sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia’ (QS An Nisa 114). Ketahuilah, di setiap saat dan setiap tempat ada yang senantiasa memperhatikan dan mencatat setiap ucapanmu. ‘Seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir’ (QS Qaaf 17 – 18). Karena itu, berbicaralah hanya yang pantas-pantas saja. Ringkaskan ucapanmu, serta cukuplah hingga sesuai dengan maksud pembicaraanmu.

· Bacalah Al-Qur’an Al-Karim dan buatlah jadwal harian untuk tadarus, serta usahakan menghafalnya semampumu agar engkau mendapat pahala yang besar di hari kiamat nanti. ‘Abdullah bin Umar ra meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Kepada yang senang membaca Al Qur’an di hari kiamat nanti dikatakan: Bacalah dan perbaikilah bacaanmu sebagaimana yang telah kamu kerjakan di dunia dahulu, maka sesungguhnya kedudukanmu itu tergantung kepada akhir ayat yang sedang kamu baca itu’ (HR Tirmidzi)

· Bukanlah merupakan suatu kebaikan apabila kamu berbicara dan selalu berkomentar terhadap setiap hal yang kamu dengar, sebab hal itu dapat menjatuhkanmu ke dalam kebohongan. ‘Abu Hurairah ra berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: Cukuplah bagi orang itu disebut pembohong jika ia berbicara dengan setiap apa yang ia dengar’ (HR Muslim)

· Jauhilah sifat sombong dan membanggakan diri dengan sesuatu yang tidak kamu punyai dengan tujuan memperbanyak harta dan mendapat ketenaran di mata manusia. ‘Aisyah ra meriwayatkan bahwa seorang wanita bertanya kepada Rasulullah SAW: “Bolehkah saya mengatakan bahwa suami saya telah memberikan sesuatu padahal dia tidak memberikan sesuatu kepadaku?” Rasulullah lalu bersabda: Orang yang menyiarkan tentang apa yang tidak dia terima (pemberian) bagaikan orang yang memakai dua baju kebohongan’ (Muttafaq alaihi)

· Dzikrullah itu mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan seorang muslim, baik dilihat secara rohaniyah, kejiwaan, jasmani maupun sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu jagalah, wahai saudaraku, ingatlah kepada Allah Ta’ala setiap saat walau bagaimana pun keadaannya. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla telah memuji hamba-hamba Nya yang mukhlis. Firman Nya: ‘(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah SWT baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun berbaring’ (QS Ali Imran 191). ‘Abdullah bin Basar ra pernah menyebutkan bahwa ada seorang laki-laki berkata: “Ya Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu telah cukup banyak dalam pandangan saya, untuk itu beritahu saya dengan sesuatu yang bisa saya jadikan pegangan”. Bersabda Rasulullah: Lidahmu itu akan terus basah dengan berdzikir kepada Allah’ (HR Tirmidzi)

· Jika kamu ingin berbicara maka jauhilah dari membesar-besarkan diri, bermanis-manis kata dan terlena dalam buaian kata, sebab itu merupakan sifat yang dibenci oleh Rasulullah SAW. Beliau bersabda: ‘Sesungguhnya sesuatu yang paling saya benci dan paling jauh posisinya dariku pada hari kiamat adalah mereka yang banyak bicara, angkuh dalam berucap dan besar mulut’ (HR Tirmidzi)

· Jadikanlah pribadi Rasulullah SAW suri tauladan yang baik. Diantaranya banyak diam, berpikir dan tidak banyak tertawa, apalagi sampai hanyut di dalamnya. ‘Sammak berkata, “Saya bertanya kepada Jabir bin Samirah: Apakah dulu kamu selalu hadir dalam majelis Rasulullah?” Jabir bin Samirah menjawab: “Benar, Beliau banyak diam dan sedikit tertawa. Pernah sahabatnya membaca syair dan saling bertukar pikiran tentang masalah mereka, kemudian mereka tertawa, tapi Rasulullah hanya tersenyum saja” (HR Ahmad). Jadikanlah ucapanmu selalu condong kepada kebajikan. Jika tidak, maka diammu itu lebih baik. Bersabda Rasulullah SAW: ‘Barangsiapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik, atau (kalau tidak bisa) diamlah’ (HR Bukhari)

· Jangan memotong pembicaraan orang, membatasi atau meremehkannya. Jadilah pendengar yang baik. Bantahlah mereka dengan uslub (metode) yang baik sebagai cermin dari kepribadian.

· Hindari segala bentuk celaan, menggunjing atau membicarakan aib orang lain. ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mencela kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang dicela itu) lebih baik dari mereka (yang mencela). Dan begitu pula wanita terhadap wanita lainnya, boleh jadi wanita yang dicela tadi lebih baik dari wanita yang mencela’ (QS Al Hujaraat 11). Bersabda Rasulullah SAW: ‘Seorang muslim itu saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya, tidak mengecewakannya, juga tidak pula menghinanya. Maka cukuplah seorang itu digolongkan dalam keburukan bila ia menghina saudaranya yang muslim’ (HR Muslim)

· Jika kamu mendengar bacaan Al Qur’an Al Karim, maka hentikanlah segala pembicaraan bagaimanapun pentingnya, sebagai rasa hormat terhadap Kalamullah, dan juga sebagai pelaksanaan perintah Nya. ‘Dan apabila Al Qur’an dibacakan maka dengarkanlah dan perhatikan dengan tenang agar kamu mendapat rahmat’ (QS Al A’raf 204)

· Pandai-pandailah dalam memilih kata sebelum keluar dari mulutmu. Jagalah perkataanmu agar tetap bersih, cocok dan sesuai dengan kebenaran, jauh dari keburukan, serta tidak menimbulkan kemurkaan Allah Ta’ala, karena setiap kata mempunyai tanggung jawab yang besar. Berapa banyak kata yang bisa menyebabkan si pembicaranya masuk surga, dan berapa banyak kata pula yang memasukkan orangnya ke dasar neraka jahanam. ‘Abu Hurairah ra berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: Seorang hamba yang jika berbicara semata-mata yang diridhoi Allah dan seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka Allah akan mengangkat derajatnya. Namun seorang hamba berbicara dengan ucapan yang dibenci Allah seolah-olah tidak dihiraukan orang, maka ucapan itu akan membawanya ke neraka jahanam’ (HR Bukhari). Mu’adz ra bertanya kepada Nabi SAW: “Ya Rasulullah, apakah kita bertanggungjawab terhadap semua yang kita ucapkan?” Rasulullah SAW menjawab: “Ibumu pasti kehilangan kamu, wahai Mu’adz! Tidaklah manusia itu ditelungkupkan wajahnya ke dalam neraka kecuali karena tergelincirnya lidah (akibat ucapan) mereka” (HR Turmudzi)

· Gunakanlah lidahmu, yang merupakan nikmat Allah yang agung bagimu, untuk amar makruf nahi munkar dan dakwah kepada kebajikan.

Semoga bermanfaat (terutama bagi diriku pribadi, yang masih perlu banyak belajar). Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah Nya kepada kita semua. Aminn…

Diambil dari: 50 Nasehat untuk Muslimat (judul asli: Khomsuuna Zahrah Min haqiin Nushhi) oleh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Muqbil.

View Source
Use Fixed Width Font
Unwrap Lines


haryo wicaksono

<haryo_java@yahoo.com>

NASEHAT HUSAIN BIN ALI R.A UNTUK ANAK-ANAKNYA

Home

NASEHAT HUSAIN BIN ALI R.A UNTUK

ANAK-ANAKNYA


  1. Janganlah engkau memaksakan dirimu untuk melakukan suatu perbuatan yang sebenarnya tidak dapat engkau lakukan
  2. Janganlah engkau turut mencampuri urusan yang engkau tidak fahami dan mengerti
  3. Janganlah engkau menuntut upah atau imbalan melebihi dari jasa yang engkau berikan
  4. Janganlah engkau gembira, kecuali apabila engkau yakin bahwa apa yang telah engkau lakukan itu adalah sebagai tanda dari ketaatanmu kepada Allah S.W.T

Habbatus Sauda` (Jintan Hitam /Syuniz)(2)

jinten hitam

jinten hitam

Home

Khasiat Habbatus sauda’ atau Jintan Hitam(2)

Habbatus sauda’ atau di Indonesia dikenal dengan sebutan jintan hitam (Black Seed) adalah salah satu anugerah yang Allah berikan kepada manusia. Dia menganjurkannya untuk dikonsumsi oleh manusia, baik ketika mereka sedang sakit, maupun di
kala sehat (untuk menjaga stamina).

Hal ini sebagaimana yang disampaikan melalui Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sesungguhnya pada al-habbatus sauda’ itu terdapat obat dari segala penyakit, kecuali “maut”. 1

Dan sebagai salah satu keutamaan para sahabat adalah semangat mereka dalam
melaksanakan segala perintah bahkan anjuran rasulullah walaupun itu amalan
sunnah, terlebih lagi yang wajib. Hal ini merupakan bentuk cinta mereka
terhadap beliau.

Mungkin ada sebagian dari kaum muslimin ketika membaca hadits di atas
terbesit dalam hati kita, “Apa iya, semua penyakit?” Sebagian yang lain
(termasuk orang kafir pun) justru menambah semangat mereka untuk meneliti
zat tersebut.

Nigella Sativa, nama latin dari habbatus sauda’, sudah dikenal sejak zaman
yunani kuno. Konon, raja-raja Yunani dikubur bersama dengan biji-biji Nigela
Sativa yang berfungsi untuk mengawetkan mayat.

Ahli pengobatan Yunani kuno, Dioscoredes, pada abad pertama mencatat bahwa
Nigella Sativa digunakan untuk mengobati sakit kepala, saluran pernafasan,
sakit gigi, dan cacing usus. 2

Penelitian terbaru membuktikan, si biji hitam ini mempunyai kemampuan untuk
memperkuat sistem kekebalan tubuh, asma bronkial dan bronkitis, rematik dan
meningkatkan produksi ASI.

Kandungan nigella:3

Oleat (Omega 9), Linoleat (Omega 6), Linolenat (Omega 3)

Minyak-minyak volatile atau minyak esensial Fitosterol Alkaloid (Nigelleine dan Nigellamine-n-oxide)

Asam-asam Amino
Jika dicampur dengan ginseng bersungsi sebagai adaptagon untuk menormalkan
fungsi organ tubuh dengan cara melancarkan peredaan darah. Ginseng juga
berfungsi menguatkan vitalitas.

Khasiat Nigella Sativa4

Berdasarkan kandungan Nigella seperti tersebut di atas, maka dapat diperoleh
berbagai macam manfaat seperti dibawah ini:

Menguatkan sistem kekebalan

Berdasarkan hasil penilitian, jintan hitam dapat meningkatkan jumlah cells
T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya
hingga 72% jika dibandingkan dengan plasebo (hanya 7%). Dr. Basil Ali dan
koleganya dari College of Medicine, di Universitas King Faisal,
mempublikasikannya dalam jurnal Pharmasetik Saudi.

Keampuhan ekstrak Nigella diakui oleh Prof. G Reitmuller, Direktur Institut
Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan
tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian, Nigella
dapat dijadikan obat untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti
kanker dan AIDS.

Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kewaspadaan

Dengan kandungan asam linoleat (Omega 6) dan asam linolenat (Omega 3),
Nigella merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya
ingat dan kecerdasan. Nigella juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke
otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.

Meningkatkan bioaktivitas hormon

Hormon
adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam
peredaran darah.
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai jenis hormon, di antaranya hormon
reproduksi yang berhubungan dengan gairah seksual. Salah satu kandungan
Nigella adalah setrol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.

Menetralkan racun dalam tubuh

Racun dapat mengganggu metabolisme dan menurunkan fungsi organ penting
seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan keracunan dapat berupa
diare, muntah, pusing, gangguan pernapasan dan menurunkan daya konsentrasi.
Nigella mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun
dalam tubuh.

Selain menjelaskan khasiat-khasiat dari Habbatus Sauda’ lebih lanjut, pada
bagian kedua ini juga terdapat penutup yang membahas Habbatus Sauda’ dari
sisi lain yang patut untuk dijadikan bahan renungan karena ia merupakan
salah satu contoh dari untaian hikmah terhadap apa-apa yang datang dari
Allah dan tasul-Nya.

Mengatasi gangguan tidur dan stress

Sapion terdapat pada Nigella mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang
dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi
jantung, ginjal, otot tubuh, dan syaraf. Sapion berfungsi untuk
mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur dan dapat
menghilangkan stress.

Anti histamin

Histamin
adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi
alergi seperti pada asma bronchial.
Minyak yang dibuat dari Nigella dapat mengisolasi dithymoquinone, minyak ini
sering disebut nigellone yang berasal dari Volatile Nigella. Pemberian
minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial.

Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD pada tahun 1993,
membuktikan kristal dari negellone memberi efek suppressive. Kristal-kristal
ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan
histamin.

Penelitian lain juga membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan oleh Dr.
Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich ia melakukan
pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi. Hasilnya cukup
meyakinkan, 70% yang menderita alergi terhadap debu, serbuk, jerawat, dan
asma sembuh setelah diberi minyak Nigella. Dalam praktiknya, DR. Schleincher
memberi resep Nigella ke pasiennya yang menderita influenza.

Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri

Nigella mengandung minyak atsii dan minyak volatil yang telah diketahui
manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional mminyak atsiri
digunakan untuk obat diare.

Pada tahun 1992, Jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang
membuktikan volatile lebih ampuh untuk membunuh strain bakteri V Cholera dan
E Coli dibandingkan dengan anti biotik seperti ampicillin dan tetrasiklin.

Melancarkan air susu ibu

Koordinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat pada
Nigella dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian dimuat dalam
literatur penelitian Potchestroom, tahun 1989.

Tambahan nutrisi pada ibu hamil dan balita

Pada masa pertumbuhan, anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan sistem
kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan, anak-anak akan
mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, Omega 6 dan Omega 9 yang
terdapat pada Nigella merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan
otak balita dan janin.

Meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan

Kulit merupakan salah satu organ tubuh terluar yang penting. Fungsinya
melindungan tubuh dari benturan fisik, kuman, dan jamur. Nigella sangat baik
untuk menjaga kelembaban, kehalusan, dan keremajaan kulit.

Nutrisi bagi lansia dan food suplement

Kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat deal untuk orang
yang berusia lanjut, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan relativitas
sel otak agar tidak cepat pikun.

Nigella juga mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk di
dalamnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat di produksi oleh
tubuh dalam jumlah yang cukup, oleh karena itu harus diperoleh dari makanan.

Pada kongres kanker internasional di New Delhi pada musim gugur yang lalu,
minyak Nigella diperkenalkan ilmuan kanker Immono Biology Laboratory, dari
California Selatan.

“Nigella sativa dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan.
Interferon-nya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak
sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibodi.

Penutup

Sebagai penutup, ada yang harus diingat dan disadari oleh kaum muslimin
yaitu berupa hikmah bahwa semua yang datang dari Allah dan rasul-Nya
mengandung hikmah yang sangat tinggi dan tak terbatas. Dan habbatus sauda’
hanyalah contoh kecil dari sekian banyak hal dari Allah dan rasul-Nya.

Dahulu, akal manusia belum sampai untuk bisa mengungkap khasiat dan kegunaan
habbatus sauda’, namun sekarang dan insya Allah di masa depan, seiring
dengan perkembangan ilmu pengetahuian manusia, sebagian khasiatnya
diketahui.

Begitu juga dengan hal-hal yang Allah syari’atkan lainnya. Akal kita terlalu
lemah untuk bisa mengungkap hikmah dibalik semua yang disyariatkan-Nya.
Cukuplah bagi kita merupakan suatu keutamaan kalau kita bisa mengungkapkan
sebagiannya saja.

Akhirnya, untuk menyempurnakan penutup ini, simak perkatan Ibnul Qoyyim,
sebagai wakil dari orang alim yang mengungkap berbagai hikmah di dalam
bukunya Miftah Daris Sa’adah mengenai keutamaan dari apa yang Allah
syari’atkan, namun beliau tidak mengedepankan akal, bahkan akal itu tunduk
kepada apa yang dibawa Allah dan rasul-Nya. Beliau berkata,

Jika engkau perhatikan hikmah yang menakjubkan dari syariat agama Islam ini,
tidak ada untaian kalimat yang bisa menerangkannya dan tidak ada satu pun
akal yang bisa mengusulkan sebuah syariat yang lebih sempurna darinya. Maka
cukuplah sebagai sebuah kesempurnaan akal kalau kita mengetahui keagungan
dan keutamaannya.

haryo wicaksono

<haryo_java@yahoo.com>


Home

Habbatus Sauda` (Jintan Hitam /Syuniz)

Habbatus Sauda` (Jintan Hitam /Syuniz)

Al-Hamdulillaahi wash Sholaatu was Salaamu ‘alaa Rosulillaah, wa ba’d.

Setiap penyakit itu pasti ada obatnya, berdasarkan sabda Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam berikut:

Dari Jabir radhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Setiap penyakit itu pasti ada obatnya. Oleh karena itu, barang siapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah `Azza wa Jalla dia akan sembuh.” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab Li kulli Daa-in Dawaa wa Istihbabut Tadaawii, Hadits no. 2204]

Dan kewajiban kita adalah berikhtiar dalam mencari obatnya dengan usaha yang maksimal. Dalam usaha kita mengobati penyakit yang diderita, kita harus memperhatikan 2 hal:

Pertama, bahwa obat dan dokter hanya sarana kesembuhan, sedangkan yang benar-benar menyembuhkan adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kedua, ikhtiar tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang haram dan syirik. Yang haram ini seperti; berobat dengan menggunakan obat yang terlarang atau barang-barang yang haram, karena Allah tidak menjadikan penyembuhan dari barang yang haram. Dan tidak boleh pula berobat dengan hal-hal yang syirik, seperti pengobatan alternatif dengan cara mendatangi dukun, tukang sihir, paranormal, orang pintar, menggunakan jin, pengobatan jarak jauh atau yang semisalnya yang tidak sesuai dengan syari’at, sehingga dapat mengakibatkan jatuh ke dalam syirik dan dosa besar yang paling besar. (Do’a & Wirid, karya Ust Yazid Jawas hal. 354)

Salah satu metode pengobatan yang dianjurkan oleh Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam adalah dengan Habbatus Sauda’, berikut ini adalah pembahasannya:

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Dalam Habbatus Sauda’ ada obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam“. Ibnu Syihab (seorang rawi hadits ini) mengatakan : “as-Saam adalah kematian, dan Habbatus [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda', Hadits no. 5688]

Dari `Aisyah radhiyallahu `anha, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : ” Sesungguhnya Habbatus Sauda’ ini adalah obat dari segala penyakit, kecuali as-Saam”. Aku berkata (Perawi hadits ini, yakni Kholid bin Sa’ad): “apa itu as-Saam?” dijawab (yakni oleh Ibnu Abi Atiq): “Kematian”. [HR. Bukhori, dalam Kitab at-Thibb, bab al-Habbatus Sauda', Hadits no. 5687]

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu `anhu, Rasululloh Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah ada suatu penyakit, kecuali dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan baginya, kecuali as-Saam (kematian)” [HR. Muslim, dalam Kitab as-Salaam, bab at-Tadawi bil Habbatis Sauda'. Hadits no. 2215]

Nama lain dari Habbatus Sauda` adalah Nigella Sativa, al-Karawiyyah as-Sauda’, al-Kamoun al-Aswad, asy-Syuniz, black cumin, kerosene, coal oil, carazna.

Menurut beberapa hasil penelitian, Habbatus Sauda` memiliki khasiat –dengan izin Allah– :

Sauda’ adalah asy-Syuniz.”

  1. Menguatkan immunity system pada diri manusia.
  2. Melawan & menghancurkan sel-sel kanker/tumor.
  3. Mengobati reumatik, peradangan serta infeksi.
  4. Menghentikan dan menyembuhkan penyakit pilek.
  5. Jika digoreng & dibakar kemudian dicium terus-menerus dapat mengeliminasi gas (dalam) perut.
  6. Membunuh cacing-cacing parasit jika dimakan sebelum makan pagi dan jika diletakkan di atas perut dari bagian luar sebagai aromaspa atau luluran.
  7. Minyaknya bermanfaat untuk menyembuhkan gigitan ular, juga bengkak di dubur dan tahi lalat.
  8. Menghilangkan sesak nafas & sejenis kesulitan nafas, melonggarkan penyumbatan akibat dahak.
  9. Melancarkan haidh yang tersendat.
  10. Jika dibalutkan, bermanfaat untuk menyembuhkan pusing yang parah.
  11. Apabila dimasak dengan cuka bersama kayu pinus dan kemudian dibuat untuk berkumur, maka hal itu akan menghilangkan sakit gigi yang disebabkan sensitifitas terhadap dingin.
  12. Jika diminum, biji ini akan melancarkan kencing, haidh dan ASI.
  13. Menyembuhkan gigitan Laba-laba.
  14. Bila dibakar, asapnya dapat mengusir serangga.
  15. Menghilangkan sendawa asam yang berasal dari dahak dan melancholia (gangguan yang disebabkan kesedihan yang terus-menerus/depresi sehingga merusak bagian empedu).
  16. Menghilangkan Kusta (lepra).
  17. Menghilangkan demam Quartan (yakni demam yang menyerang manusia selama sehari kemudian mereda selama 2 hari kemudian menyerang lagi ketika hari ke-4).
  18. Jika ditumbuk dan dibuat adonan dengan madu dan air hangat dapat menghancurkan batu yang muncul dalam ginjal dan kandung kemih serta sifat diuretic (memperlancar air seni).
  19. Apabila digoreng dan dicium terus-menerus dan dicampur dengan cuka dapat menyembuhkan jerawat dan kudis serta menghilangkan peradangan yang lebih kronis dari jerawat (tumor).
  20. Jika digoreng tanpa minyak dan ditumbuk serta dicampur dengan minyak zaitun kemudian diteteskan ke dalam hidung 3 tetes akan menyembuhkan gejala pilek yang disertai bersin-bersin.
  21. Jika dibakar dan dicampur dengan lilin dan minyak inai/henna atau minyak bunga iris serta dibalurkan pada borok-borok/koreng yang keluar di betis setelah dibersihkan dengan cuka, maka akan dapat menghilangkannya.
  22. Bermanfaat untuk menyembuhkan bekas gigitan anjing (Rabies) dan aman dari kematian akibat rabies.
  23. Jika dihirup akan bermanfaat bagi hemiplegia (semiparalysis/lumpuh separuh).
  24. Jika enzoat (celak persia) dicampur dengan air & dibalurkan ke lingkaran dubur (lobang dubur/anus) dan juga diminum dengan dosis sekitar 25 gr akan menyembuhkan Bawasir.
  25. Jika disedot melalui hidung akan bermanfaat menghentikan air yang keluar pada mata.
  26. Dan lain-lain.

Aiman bin `Abdil Fattah mengatakan :”Karena itulah kami dapat menetapkan bahwa dalam Habbatus Sauda’ terdapat kesembuhan untuk segala macam penyakit, karena peranannya yang menguatkan dan memperbaiki sistem immunity, suatu sistem yang di dalamnya ada kesembuhan dari segala macam penyakit, yang bereaksi terhadap segala sebab yang menimbulkan penyakit, yang memiliki kemampuan awal untuk memberikan kesembuhan secara sempurna atau sebagian diantaranya untuk menyembuhkan segala penyakit”.

Beliau juga mengatakan : “Begitulah kejelasan hakikat ilmiah tentang hadits yang mulia ini, yang sebelumnya tidak pernah diketahui siapapun, apalagi dinyatakan kepada masyarakat luas. Padahal yang demikian itu sudah dinyatakan sejak 14 abad yang lampau, yang menerima wahyu dari Dzat Yang Maha Mengetahui segala rahasia makhluk-Nya. Benar apa yang difirmankan-Nya :

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS An-Najm : 3-4).

Kemudian beliau (Aiman bin `Abdil Fattah) mengingatkan : “Investasi kajian dan penelitian tentang pengobatan ala Nabi Shallallahu `alaihi wa sallam semacam ini, dengan menggunakan sarana yang sederhana namun besar manfaatnya, harus bekerja sama dengan para pakar medis dan ahli pengobatan. Kita tidak boleh mengubur kepala di dalam pasir dan mengabaikan penggunaannya, karena terprovokasi pengobatan dengan jenis rerumputan atau para produsen minyak, seperti yang terjadi belakangan ini.

Sumber:
MyQuran.org

haryo wicaksono

<haryo_java@yahoo.com>

PENGOBATAN DALAM DUNIA ISLAM

PENGOBATAN DALAM DUNIA ISLAM

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

PENGOBATAN MENGGUNAKAN HABBATUS SAWDA’ (JINTAN HITAM)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

Ibnu Syihab mengatakan : “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sawda’ berarti syuniz” [1]

Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak. [2]

Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah.

PENGOBATAN DENGAN MADU

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan” [An-Nahl : 69]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : Dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”. [3]

PENGOBATAN DENGAN BEKAM [4]

Berbekam [5] termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” [6]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” [7]

Wasiat Malaikat Untuk Berbekam
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam” [8]

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami,” Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam” [9]

Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit” [10]

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)” [11]

Hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad” [12]

PENGOBATAN MENGGUNAKAN AIR ZAMZAM

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai air zamzam ini.

“Air zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit)” [13].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Air zamzam tergantung kepada tujuan di minumnya” [14]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zamzam (di dalam tempat-tempat air) dan girbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” [15]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Aku sendiri dan juga yang lainnya pernah mempraktekkan upaya penyembuhan dengan air zamzam terhadap beberapa penyakit, dan hasilnya sangat menakjubkan, aku berhasil mengobati berbagai macam penyakit dan aku pun sembuh atas izin Allah” [16]

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberikan bimbingan kepada kita untuk dimudahkan dalam menggunakan pengobatan yang sesui dengan syari’at (Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

[Disalin dari buku Do’a & Wirid Mengobati Guna-Guna Dan Sihir Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Keenam Dzulhijjah 1426H/Januari 2006M]

haryo wicaksono

<haryo_java@yahoo.com>